Heboh, Polwan Tewas Gantung Diri Gegerkan Warga di Batam

Gusti Yennosa · Kamis, 26 Juli 2018 - 11:31 WIB
Heboh, Polwan Tewas Gantung Diri Gegerkan Warga di Batam

Foto korban, Brigadir Maria Magdalena saat masih hidup mengenakan pakaian dinas Polri. (Foto: Istimewa)

BATAM, iNews.id - Seorang polisi wanita atau polwan di Batam, Kepulauan Riau, ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Kamis (26/7/2018) dini hari tadi. Diduga, korban tewas akibat gantung diri. Kasus ini pun kini dalam penyidikan polisi.

Korban yang diketahui bernama Brigadir Maria Magdalena sehari-harinya bertugas di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Batu Aji. Jenazah korban yang juga istri dari perwira polisi ini langsung dievakuasi tim inafis yang datang ke lokasi.

Kabar kematian tak wajar salah satu anggota polisi tersebut sontak membuat warga Perumahan Cipta Asri Blok F, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, mendadak heboh. Banyak warga tak menyangka, korban nekat menghabisi nyawanya sendiri.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Iptu Togar Silalahi saat pulang ke rumahnya dini hari tadi. Iptu Togar yang baru masuk ke rumah langsung terperanjat saat menemukan istrinya sudah tewas dengan posisi tergantung di tangga dalam rumahnya.

Tim inafis dari Sat Reskrim Polresta Barelang yang turun ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad Brigadir Maria. Berbagai barang bukti seperti tali dan kursi turut diamankan dan dibawa ke Mapolresta Barelang.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombespol Hengki yang turun langsung ke lokasi kejadian tidak banyak berbicara. Hengki hanya mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan, terkait tewasnya polwan yang juga ibu dari dua anak itu. “Belum tau (penyebab kematiannya). Kami masih menunggu hasil autopsi,” kata Hengki, saat ditemui Kamis (26/7/2018).

Polisi pun memperketat penjagaan di sekitar lokasi lantaran banyaknya warga yang berkerumun. Untuk kepentingan penyidikan, jenazah korban ini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam, untuk diautopsi.


Editor : Himas Puspito Putra