400 Pencari Suaka Demo di Tanjungpinang, Desak Diberangkatkan ke Negara Ketiga

Antara ยท Senin, 05 Agustus 2019 - 12:59 WIB
400 Pencari Suaka Demo di Tanjungpinang, Desak Diberangkatkan ke Negara Ketiga

Salah satu pencari suaka membawa poster saat berdemonstrasi di depan Kantor IOM Tanjungpinang, Kepri, Senin (5/8/2019). (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id – Sedikitnya 400 orang pencari suaka berdemonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (5/8/2019). Mereka berharap segera diberangkatkan ke negara ketiga tujuannya seperti Amerika Serikat, Australia ataupun Kanada.

Aksi unjuk rasa berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Para pengunjuk rasa berasal dari Sudan, Afganistan, Somalia dan Pakistan itu menegaskan, mereka bukan pelaku kriminal. Mereka mengharapkan mendapat kebebasan setelah 5-7 tahun tinggal di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang dan Hotel Badra Bintan.

BACA JUGA:

Geruduk Kantor UNHCR, Pencari Suaka Minta Dipindah ke Negara Lain

Terus Berdatangan, Para Pencari Suaka di Kalideres Mencapai 1.000 Orang

Mereka sangat menghormati peraturan Indonesia dan menyukai warga Indonesia yang ramah. Namun, selama ini kehidupan para pencari suaka tidak bebas.

“Kami tidak bisa bekerja, membawa kendaraan. Kami punya keahlian,” kata salah seorang pencari suaka, Ali Rizal Nazario yang sudah 14 bulan tinggal di Hotel Badra Bintan.

Para pencari suaka menuntut keadilan dan diperlakukan sebagai manusia yang harus diselamatkan. “Kami protes supaya diperlakukan sebagai seorang manusia. Kami menuntut keadilan,” kata Ali.

Ali sebelumnya tinggal selama bertahun-tahun di Rudenim Balikpapan. Selama itu pula, banyak teman-teman mengalami depresi dan gangguan mental.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Frangky Lukitama tidak dapat memastikan kapan para pencari suaka itu diberangkatkan ke negara ketiga, Amerika, Australia ataupun Kanada.

“Saya tunggu tindak lanjut dari Polres Bintan,” katanya.


Editor : Maria Christina