5 Cara Polri Perangi Kejahatan Penyelundupan di Pelabuhan

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 16 Januari 2019 - 02:02 WIB
5 Cara Polri Perangi Kejahatan Penyelundupan di Pelabuhan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).

BATAM, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan seluruh jajaran Polri berkomitmen untuk memberantas kejahatan penyelundupan. Pencegahan dan penindakan akan terus dilakukan bersama dengan seluruh instansi terkait.

Tito menjelaskan, dalam hal pencegahan Polri memiliki sejumlah langkah untuk memerangi penyelundupan, yakni pertama, menyosialisasikan titik-titik rawan ke masyarakat. Berdasarkan catatan kepolisian, titik rawan penyelundupan berada di pelabuhan.

"Mulai dari tingkat polda sampai polsek akan memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai titik-titik rawan itu baik pelabuhan resmi maupun ilegal," kata Tito saat Konferesi Pers di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepuluan Riau, Selasa (15/1/2018).

BACA JUGA: Bongkar 53 Kasus Penyelundupan, Barang Senilai Rp4 Triliun Diamankan

Kedua, Polri akan terus melakukan kerja sama dengan unsur terkait mulai dari Bea Cukai, TNI, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan patroli di daerah pelabuhan.

"Ketiga, kita melakukan deteksi intelijen," ucap Tito. Sedangkan cara yang keempat, Polri akan memberikan asistensi kepada jajaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea Cukai dalam melakukan penyidikan.

"Adapun cara kelima, Polri juga akan melakukan tindakan secara tegas kepada para pelanggar aturan agar jera dan tidak melakukan aksi penyelundupan lagi," ujarnya.

Untuk diketahui, sejumlah kasus penyelundupan berhasil dibongkar tim gabungan di Selat Malaka. Selain tim tersebut, Ditjen Bea Cukai Kemenkeu juga melakukan tindakan serupa.

BACA JUGA: Pelabuhan Ilegal di Timur Sumatera Jadi Pintu Masuk Penyelundupan

Dalam kurun Oktober 2018 hingga Januari 2019, Bea Cukai Batam dan Kepulauan Riau telah melakukan penindakan terhadap Kapal MT Yosoa Eks WI No I yang mengangkut kurang lebih 1.500 KL Crude Oil serta serangkaian penindakan narkotika, rokok, kayu, dan lainnya dengan perkiraan total nilai barang kurang lebih mencapai Rp102 miliar dan perkiraan kerugian negara yang berhasil diselamatkan kurang lebih mencapai Rp64 miliar.


Editor : Zen Teguh