5 Kapal Vietnam Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Batam

Koran SINDO ยท Rabu, 21 November 2018 - 13:58 WIB
5 Kapal Vietnam Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Batam

Kejari Batam menenggelamkan lima kapal pencuri ikan milik nelayan Vietnam di Perairan Pulau Momol Kecil, Batam, Kepri, Rabu (21/11/2018). (Koran SINDO/Aini Lestari)

BATAM, iNews.id – Lima kapal milik nelayan Vietnam ditenggelamkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam di Perairan Pulau Momol Kecil, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (21/11/2018) siang. Kelima kapal tersebut ditenggelamkan karena terlibat kasus pencurian ikan di perairan Indonesia.

Kepala Kejari Batam Dedie Tri Hariyadi mengatakan, kelima kapal tersebut ditenggelamkan setelah memiliki kekuatan hukum tetap atau dinyatakan bersalah dari pengadilan. Lima kapal itu, yakni KM KNF 7445 milik terpidana Ly Truong Giang, KM BV 93115 TS dari terpidana Nguyen Do Hoai Trung, KM BV 92896 TS dari terpidana Nguyen Thanh, KM BV 92897 TS milik terpidana Nguyen Hung Vi, dan KM BV 931114 TS.

“Kami sebagai eksekutor harus segera menjalankan putusan. Kelima kapal harus dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan,” kata Tri Hariyadi di Pelabuhan Coral Kepri, Pulau Galang, Batam.

Dedie menjelaskan, proses penenggelaman kapal kali ini berbeda dengan cara penenggelaman kapal yang sering dilakukan pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dengan cara diledakkan. Kejari Batam memilih cara lain untuk menjaga ekosistem laut di sekitar lokasi penenggelaman.

“Setelah berkoordinasi dengan PSDKP, kami memutuskan untuk memilih cara yang soft dengan tujuan untuk menjaga terumbu karang dan ikan-ikan di lokasi tersebut. Karena kalau dengan cara diledakkan akan merusak ekosistem di sana,” ujar Dedie.

BACA JUGA:

Menteri Susi Tenggelamkan 125 Kapal Illegal Fishing, Mayoritas Asing

Polda Kepri Tenggelamkan 3 Kapal Asing Pencuri Ikan

Penenggelaman lima kapal ikan nelayan Vietnam dilakukan dengan cara kapal dilubangi dan diisi pasir. Cara ini aman bagi ekosistem laut. Sementara alat tangkap akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Kalau diledakkan, tentu banyak akibat yang ditimbulkan. Selain merusak ekosistem laut, solarnya nanti akan ke mana-mana,” ujar Dedie.

Dedi juga menjelaskan, ada tujuh terpidana kasus pencurian ikan itu. Empat kasus di antaranya sudah incraht di tingkat pengadilan tingkat pertama dan satu lagi incracht dalam putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

“Seluruh terpidana berkewarganegaraan Vietnam. Dalam ketentuannya, hukuman denda atau subsider pidana penjara. Namun, yang bersangkutan tidak dapat membayar denda sehingga ditahan di Rutan Batam,” kata Dedie.

Penenggelaman kapal disaksikan oleh jajaran FKPD Batam dan Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra dan jajarannya. Kelima kapal yang akan ditenggelamkan sudah dibawa ke lokasi sejak Rabu 14 November 2018. Sebelumnya, kapal-kapal yang mencuri ikan di perairan Kepri ini dititipkan di Pelabuhan PSDKP Batam di Jembatan II Barelang, Batam.


Editor : Maria Christina