8 Tersangka Korupsi Pasar Modern Natuna Ditahan di Rutan Tanjungpinang

Okezone ยท Kamis, 29 November 2018 - 20:28 WIB
8 Tersangka Korupsi Pasar Modern Natuna Ditahan di Rutan Tanjungpinang

Ilustrasi. (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id – Delapan dari sembilan tersangka kasus korupsi Pasar Modern Natuna dititipkan di rumah tahanan negara (Rutan) Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) menahan para tersangka setelah menerima pelimpahan berkas perkara dari penyidik Direktorak Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri.

Adapun kedelapan tersangka yakni, Lukman Hadi, Muhammad Basyir, Dimas, Z Heri, Minwardi, Muhammmad Assegaf, Duwi dan Nursyamsi. Sementara tersangka Sudarnadi belum bisa ditahan karena sakit.

“Iya betul, hari ini kami menerima pelimpahan berkas perkara dan delapan orang tersangka kasus dugaan korupsi Pasar Modern dari Polda Kepri,” kata Wakil Kepala Kejati Kepri A Muhammad Taufik di Kantor Kejati Kepri, Jalan Seitimun, Senggarang, Tanjungpinang, Kamis (29/11/2018).

BACA JUGA:

Terpidana Korupsi Pembangunan Pasar Serahkan Uang Rp500 Juta ke Kejari

3 Dokter di RSUD Arifin Achmad Riau Ditahan terkait Korupsi Alkes

Taufik mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan kedelapan tersangka,  seluruhnya dalam kondisi sehat. Mereka siap menjalani proses hukum. “Tahap duanya sesuai prosedur mereka ditahan selama 20 hari. Tapi, kami upayakan secepat mungkin untuk melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan,” ujarnya.

Taufik menambahkan, jaksa yang akan menyidangkan perkaranya disiapkan sebanyak 10 orang gabungan dari jaksa Kejati Kepri dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna. Pasal yang disangkakan kepada sembilan tersangka, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI Nomor 21 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sepuluh jaksa yang akan menyidangkan dibagi lima orang dari Kejati dan lima orang dari Kejari Natuna,” ujarnya.

Diketahui, kasus ini ditangani Ditreskrimsus Polda Kepri karena ada dugaan kerugian negara pada proyek Pasar Modern Natuna sebesar Rp4,8 miliar. Proyek Pasar Modern di Natuna yang dilaksanakan 2014 diketahui tak tuntas karena sarat dengan korupsi.

Hasil penyidikan Polda Kepri, proyek itu jadi bancakan sejak awal lewat temuan uang muka 15 persen atau setara Rp4,8 miliar. Saat pencairan awal, dana pembangunan dibagi-bagi untuk sembilan orang, termasuk mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Natuna Minwardi.

Pasar yang berlokasi di Jalan Mohammad Benteng, Kecamatan Bunguran Timur itu dianggarkan lewat skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears 2014 dan 2015. Total anggarannya sebesar Rp36 miliar yang dibagi dalam dua termin, Rp10 miliar pada 2014 dan Rp26 miliar pada 2015. Hasil penyelidikan, Ditreskrimsus Polda Kepri akhirnya menetapkan sembilan tersangka.


Editor : Maria Christina