Bunuh dan Buang Mayat Perempuan Dalam Karung, Ini Pengakuan Tersangka

Sindonews ยท Jumat, 20 Juli 2018 - 12:15 WIB
Bunuh dan Buang Mayat Perempuan Dalam Karung, Ini Pengakuan Tersangka

Tersangka pembunuh perempuan dalam karung dibawa ke TKP pembunuhan di kebun milik mertuanya di Tanjungpinang, Kepri. (Foto: iNews.id/Humala Nasution)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANJUNGPINANG, iNews.id – Kasus penemuan mayat perempuan dalam karung di bawah Jembatan Wacopek, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), terungkap. Satrekrim Polres Tanjungpinang menangkap Nasrun (58), kekasih gelap Supartini (37), janda beranak satu warga Kelurahan Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, yang jadi korban pembunuhan.

Dalam pemeriksaan, tersangka Nasrun membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengaku membunuh atas permintaan korban sendiri. Ketika itu, Supartini meminta agar dibunuh karena malu telah hamil di luar nikah, apalagi dengan statusnya sebagai janda.

BACA JUGA: Mayat Dalam Karung, Tersangka Panik dan Bunuh Korban karena Hamil

"Dia (Supartini) yang menginginkan agar dibunuh. Alasannya karena tak sanggup menanggung aib keluarganya (hamil di luar nikah)," kata tersangka Nasrun di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (20/7/2018).

Tersangka mengatakan, Supartini lebih mementingkan keluarganya dari pada hidupnya. Dia tidak ingin mereka menanggung aib atas perbuatannya. "Dia takut aib sama keluarganya kalau anak dikandungannya lahir. Dia lebih mementingkan keluarganya," ujarnya.

BACA JUGA:

Sebelum Dibuang ke Sungai, Mayat Wanita Dalam Karung Dibunuh di Kebun

Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung di Tanjungpinang Terungkap


Tersangka Nasrun mengungkapkan, sebelum membuat keputusan itu, Supartini telah mencoba menggugurkan kandungan. Namun usahanya gagal. Janin bayinya masih hidup. "Dia justru ingin mengeluarkan kandungannya," kata tersangka yang merupakan Manajer Operasional PT Sinar Bodhi Cipta Tanjungpinang tersebut.

Nasrun menegaskan, saat itu sudah mengutarakan niatnya kepada Supartini untuk bertanggung jawab dan akan menikahinya. Namun, Supartini menolaknya. Dia malah ngotot ingin mengakhiri hidupnya agar tidak menanggung aib tersebut.

"Saya mau tanggung jawab. Saya sudah sampaikan mau menikahinya tapi dia (korban) malah meminta agar dibunuh. Bunuh sajalah saya," kata Nasrun menirukan perkataan Supartini, sewaktu kejadian.

BACA JUGA: Mayat Wanita Dalam Karung Mengapung di Sungai, Diduga Dibunuh

Tersangka Nasrun melanjutkan, saat di lokasi Supartini meminta agar Nasrun melakukannya dengan cepat supaya korban tidak merasa tersiksa. “Permintaannya jangan lama disiksa, biar cepat mengakhiri hidupnya," ucapnya.

Lebih mengejutkannya, saat disinggung terkait kehamilan Supartini, Nasrun menuturkan janin bayi itu belum tentu darah dagingnya. Meski telah melakukan hubungan intim beberapa kali dengan korban. Menurut dia, janin itu bisa saja bukan anaknya.

Sebab, dia mengetahui selama ini Supartini memiliki teman lelakinya. Dia sudah lama mengenal korban. Hanya saja hubungan mereka intens dalam dua bulang belakangan. "Janin itu belum tentu anak saya. Dia (korban) banyak teman cowoknya. Saya tidak pacaran, hanya teman dekat," tutur Nasrun.


Editor : Donald Karouw