Demo Tolak Trawl, Ratusan Nelayan Babel Gelar Aksi Jalan Kaki 120 Km

Antara ยท Selasa, 18 Desember 2018 - 17:37 WIB
Demo Tolak Trawl, Ratusan Nelayan Babel Gelar Aksi Jalan Kaki 120 Km

Ilustrasi demo nelayan. (Foto: dok iNews.id)

BANGKA, iNews.id – Ratusan nelayan tradisional asal Batu Perahu Kabupaten Bangka Selatan berjalan kaki sepanjang 120 kilometer (Km) dari Toboali menuju Polda dan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (18/12/2018). Aksi ini dilakukan agar pihak terkait menindak penggunaan jaring trawl, compreng dan tambang laut yang beraktivitas di perairan Bangka Selatan.

Ketua Nelayan Batu Perahu, Joni mengatakan, longmarch ini menyusul belum ditindaklanjutinya aksi protes di Kantor Bupati Bangka Selatan, beberapa waktu yang lalu.

"Ini aksi lanjutan. Kami akan melaksanakan aksi selama 3 hari di sana (Polda dan Kantor Gubernur Babel)," ujarnya, Selasa (18/12/2018).

BACA JUGA: MNC Peduli-Lotte Grosir Gandeng Baznas Bantu Nelayan Minahasa Utara

Menurutnya, jalan kaki ini terpaksa mereka tempuh lantaran adanya dugaan intimidasi yang dilakukan polisi setempat terhadap para sopir. Akibatnya kendaraan yang sudah disiapkan batal mengantar para nelayan ke Pangkalpinang.

"Sehari sebelumnya kami sudah memesan sejumlah kendaraan, baik mobil rental maupun bus. Namun pagi tadi para sopir membatalkan secara sepihak karena diduga adanya intimidasi," ujarnya.

Kapolres Bangka selatan AKBP Aris Sulystiono membantah atas tudingan telah mengintimidasi para sopir yang berencana mengangkut para demonstran berunjuk rasa ke Mapolda Babel dan Kantor Gubernur Babel.

"Gak ada, gak ada intimidasi terhadap sopir," ucapnya. "Intinya kami melayani dan mengawal kegiatan mereka dengan baik," kata Aris.

Kapolres berjanji akan menanggapi para pengunjuk rasa yang tergabung dalam masyarakat nelayan tradisional tersebut. Dalam hal ini, Polri akan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan.

"Itu nanti kami koordinasikan lagi dengan Pemkab setempat untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat nelayan," ujarnya.


Editor : Donald Karouw