Diduga Akibat Sakit Jantung, Turis China Tewas saat Snorkeling

Koran SINDO ยท Jumat, 03 Agustus 2018 - 19:15 WIB
Diduga Akibat Sakit Jantung, Turis China Tewas saat Snorkeling

Ilustrasi korban tewas. (Foto: Okezone)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANJUNG PINANG, iNews.id – Seorang turis asal China, Jianguo Cui (65), tewas saat snorkeling di Pulau Mapur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (2/8/2018) pagi. Korban diduga tewas karena penyakit jantung.

Informasi yang dihimpun, Jianguo bersama keluarganya tiba di Bintan pada Rabu (1/8/2018). Mereka lalu menginap di Bintan Agro Beach Resort, Jalan Trikora Km 36 Bintan, Kecamatan Gunung Kijang. Sebelum mengalami kejang-kejang saat snorkeling, pihak Bintan Agro Beach Resort telah melarang Jianguo untuk ber-snorkeling. Namun, korban tetap bersikeras agar tetap ikut.

Humas Imigrasi Tanjungpinang, Said Noviansyah membenarkan adanya laporan turis asal China yang meninggal dunia. Dia menyampaikan, turis bersangkutan merupakan tamu Bintan Agro Beach Resort. Korban diketahui meninggal dunia karena penyakit jantung. "Kaami sudah terima laporannya dari pihak resort, informasi kematian korban karena sakit jantung," kata Said saat dikonfirmasi, Jumat (3/8/2018).

Said menyampaikan, korban meninggal dunia sedang snorkeling di Pulau Mapur. Padahal, pihak resort telah melarang korban untuk snorkeling. Setelah kejadian itu, jasad korban langsung dilarikan ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang. "Hasil keterangan dokter bahwa korban karena sakit jantung. Informasinya jasad korban akan dikremasi di Tanjungpinang," ucapnya.

Manajer Humas Bintan Agro Beach Resort Reynaldi mengatakan, awalnya pihaknya telah melarang korban untuk snorkeling, mengingat usianya yang sudah tua. Terlebih, Jianguo juga memiliki riwayat penyakit jantung. "Kami sudah larang dan sampaikan pada keluarganya, tapi yang bersangkutan bersikeras," katanya.

Dia menjelaskan korban awalnya mengalami kejang-kejang saat snorkeling, lalu mengambang di pantai. Saat snorkeling korban mengenakan life jacket. Menurut dia, pihak keluarga korban sudah mengerti dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. "Baru sekitar lima menit di dalam air, korban kejang-kejang dan mengambang. Saat itu korban tidak bisa ditolong lagi," ucap Reynaldi.


Editor : Himas Puspito Putra