Dua Pemotor di Bintan Tewas Terbakar Usai Tabrak Pohon

Ahmad Afandi Pohan, Sindonews ยท Kamis, 27 September 2018 - 20:57 WIB
Dua Pemotor di Bintan Tewas Terbakar Usai Tabrak Pohon

Korban kecelakaan di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (27/9/2018), tewas dan terbakar usai sepeda motornya menabrak pohon. (Foto: Istimewa)

BINTAN, iNews.id - Dua penumpang sepeda motor tewas dan hangus terbakar, usai mengalami kecelakaan tunggal di Kampung Keling, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (27/9/2018).
Informasi yang dihimpun, kedua korban diketahui bernama Hamid (20) dan Ikram (20), warga RT 09 RW 03, Toapaya, Bintan.

Ketua RT setempat yang juga saksi di lokasi kejadian, Herman mengatakan, peristiwa nahas itu ini bermula saat kedua pria yang berboncengan itu melaju kencang dari arah Tanjung Berakit menuju Kawal. Di perjalanan, motor korban menabrak sebuah pohon yang berada di bahu kiri jalan tepatnya di depan Hotel Bintan Prima Resort.

“Tiba-tiba saja, muncul kobaran api yang sangat besar yang langsung menyambar tubuh kedua korban yang tersangkut di bodi motor. Sepertinya api berasal dari tumpahan bensin di tangki sepeda motor,” ucapnya, Kamis (27/9/2018).

Api yang terlanjur membesar itu makin sulit dipadamkan. Hingga akhirnya, tubuh kedua korban hangus terbakar. Akibatnya, identifikasi kedua pria ini sangat sulit dikenali karena wajah dan tubuhnya gosong.

Herman mengaku bersama Babinkamtibmas sudah berusaha memadamkan api. Tapi kedua nyawa korban lakalantas itu tidak bisa tertolong. "Kejadianya sekitar jam 1 tadi (27/9/2018), dari jauh kami pikir cuma rumput yang terbakar. Pas uda dekat, pak Babin bilang 'dalam api itu ada orang, saat kami padamkan mereka sudah tidak bernyawa," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu dokter dari Puskesmas Gunungkijang, Hendro yang turut dalam evakuasi korban mengatakan selain akibat kibaran api, tewasnya korban diduga akibat benturan keras di bagian kepala.

“Untuk sementara ini kami menemukan kepala korban terbentur. Hal ini dari pendarahan yang terus keluar dari telinga korban," sebutnya.

Kasat Lantas Polres Bintan AKP Cut Amelia saat sempat ditemui di lokasi TKP belum menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi dan penyebab lakalantas maut tersebut. "Petugas masih melakukan olah TKP," ujarnya singkat.


Editor : Himas Puspito Putra