Geger, Polisi Tembak Kepala Sendiri di Polsek Batu Ampar Batam

Okezone ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 16:31 WIB
Geger, Polisi Tembak Kepala Sendiri di Polsek Batu Ampar Batam

Suasana di halaman gerbang depan Mapolsek Batu Ampar, Batam, Kepri. (Foto: Okezone)

BATAM, iNews.id – Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Batu Ampar di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mendadak gempar. Seorang anggota Polri yang sedang bertugas ditengarai nekat mengakhiri hidup dengan menembak kepalanya. Dia diduga bunuh diri saat masih berdinas di dalam Mapolsek, Rabu (13/2/2019) pukul 13.45 WIB.

Informasi yang dirangkum, identitas polisi yang tewas bunuh diri yakni Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus (34). Polisi yang bertugas sebagai penyidik ini disebut  memiliki masalah pribadi hingga mendorongnya berbuat nekat mengakhiri hidup.

Kabar aksi bunuh dirinya Bripka Poltak awalnya berkembang melalui pesan singkat WhatsApp. Almarhum diketahui baru bertugas selama 6 bulan di Mapolsek Batu Ampar.

Aksi bunuh diri itu dilakukan dengan menggunakan pistol milik rekannya yang juga bertugas di Mapolsek Batu Ampar. Informasinya, almarhum diduga mengidap penyakit Myotonia Congenita atau kaku otot.

BACA JUGA: 13 Taruna Akpol Resmi Dipecat terkait Kasus Penganiayaan

"Tapi katanya, penyakitnya itu sudah sembuh. Waktu itu dia ikut terapi," ujar seseorang yang enggan namanya disebutkan.

Pantauan di lokasi, seusai peristiwa bunuh diri salah satu anggota, Kantor Mapolsek Batu Ampar dijaga ketat puluhan polisi. Beberapa Kapolsek juga tampak berada di lokasi. Portal yang biasanya terbuka sengaja ditutup dan dijaga. Hanya pihak tertentu yang diperbolehkan masuk ke dalam Mapolsek.

Tampak di lokasi mobil ambulans berada di halaman parkir Mapolsek. Selain itu, Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriyadi juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung masuk ke dalam gedung Mapolsek.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Batu Ampar maupun Polresta Barelang. Beberapa awak media yang mencoba mengambil gambar dari luar pagar sempat ditegur.

"Mohon nanti saja ya. Nanti biar pimpinan yang menyampaikan keterangan," ucap seorang anggota polisi.


Editor : Donald Karouw