Geledah Rumah Dinas Gubernur Kepri, KPK Temukan Uang Miliaran Dalam Kardus

Sindonews, Antara ยท Jumat, 12 Juli 2019 - 20:52 WIB
Geledah Rumah Dinas Gubernur Kepri, KPK Temukan Uang Miliaran Dalam Kardus

Petugas KPK menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri dan menyita sejumlah dokumen dalam koper dari kantor Gubernur Kepri dan DKP di Dompak, Tanjungpinang. (Foto: SINDOnews/Muhammad Bunga Ashab)

TANJUNGPINANG, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi pecahan rupiah maupun mata uang asing di rumah dinas Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Jumat (12/7/2019). Uang tersebut diduga disita sebagai barang bukti dalam kasus suap pemanfaatan izin proyek reklamasi.

"Banyak uang yang lagi dihitung di ruang tengah rumah dinas. Uangnya bisa miliaran rupiah itu," kata seorang petugas yang keluar masuk dalam rumah dinas tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya tim yang ditugaskan untuk kegiatan penggeledahan di Kepri dan penyidikan dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi. Pun dengan adanya temuan uang di lokasi tersebut.

"Kami sedang melakukan proses penghitungan terhadap uang tersebut," kata Febry, Jumat (12/7/2019) malam.


BACA JUGA:

Kasus Dugaan Suap Gubernur Kepri, KPK Temukan Kode Kepiting, Ikan, dan Daun

Mendagri: Status Nurdin sebagai Gubernur Kepri Tunggu Putusan Hukum Tetap


Dia menjelaskan, penggeledahan juga dilakukan di tiga lokasi lainnya. Yaitu ruang kerja kantor Gubernur Kepri, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap di Pusat perkantoran Pemprov Kepri, Pulau Dompak.

“Penggeledahan ketiga lokasi dimulai sejak pukul 11.30 WIB hingga 18.00 WIB. Dari tiga lokasi ini diamankan dokumen-dokumen penting terkait perizinan, terdiri atas dua koper dan dua kantong plastik," katanya.

Pantauan di lapangan, hingga saat ini belasan petugas KPK masih berada di dalam rumah dinas gubernur. Tampak pula beberapa petugas Sabhara dan Satreskrim Polres Tanjungpinang berjaga-jaga di depan teras kediaman mantan Bupati Kabupaten Karimun tersebut.

"Kami hanya diminta mendampingi KPK. Bukan ikut menggeledah," ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali.


Editor : Donald Karouw