Guru Olahraga Cabul di Batam Juga Dinilai Ramah

Gusti Yennosa ยท Jumat, 06 September 2019 - 20:11 WIB
Guru Olahraga Cabul di Batam Juga Dinilai Ramah

Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Okezone).

BATAM, iNews.id - Aksi cabul yang dilakukan oknum guru SD di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membuat sejumlah pihak tak percaya. Pelaku sudah lama menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut dan dikenal ramah.

Petugas kebersihan sekolah, Supriatin, mengaku tak percaya atas aksi bejat pelaku S alias MK. Selama tujuh tahun mengajar di SD Swasta Shabilla Batam, dia terkenal sebagai sosok yang baik.

"Orangnya ramah. Tidak menyangka ternyata bisa berbuat seperti itu," kata Suprihatin kepada wartawan di SD Swasta Shabilla Batam, Jumat (6/9/2019).

Pelaku juga sudah memiliki istri dan tiga orang anak. Suprihatin menyatakan, penasaran dengan motif S sampai nekat berbuat cabul ke anak didiknya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, menduga korban pelaku bisa lebih dari jumlah yang terungkap saat ini. Sebab, dia sudah lama menjalankan aksi cabul dengan modus hipnoterapi ke murid-muridnya.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Guru Olahraga SD di Batam karena Cabuli 6 Siswinya

"Sementara masih proses pemeriksaan terlebih dahulu," ujar dia.

Polisi juga menghimbau, orang tua siswa yang anaknya pernah menjadi korban pelecehan seksual pelaku, segera melapor ke polisi. Selain untuk keperluan penyelidikan, tujuannya agar korban mendapat pemulihan mental.

Sebelumnya, polisi menangkap oknum guru SD di Kota Batam, Kepri, yang diduga telah mencabuli siswi-siswinya. Aksi ini dilakukan dengan modus hipnoterapi agar siswa lebih konsentrasi belajar.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo mengatakan, pelaku S alias MK diduga telah mencabuli beberapa orang muridnya. Sedikitnya ada enam orang siswi yang mengaku telah diperlakukan tidak senonoh.

Menurut dia, pelaku diamankan Unit PPA Polresta Barelang, Jumat siang di Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Kepri. Dia mengatakan, pelaku berusaha kabur dari Batam sejak Kamis (5/9/2019) kemarin.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal