Kabut Asap Masih Pekat, Gubernur Kepri Usulkan Kabupaten/Kota Liburkan Sekolah

Gusti Yennosa, Antara ยท Rabu, 18 September 2019 - 15:46 WIB
Kabut Asap Masih Pekat, Gubernur Kepri Usulkan Kabupaten/Kota Liburkan Sekolah

Kabut asap tebal menyelimuti Kota Batam, Kepri, Rabu (18/9/2019). (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id - Kabut asap pekat masih menyelimuti wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto merekomendasikan pemerintah kabupaten dan kota untuk membuat kebijakan meliburkan anak sekolah untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami akan melihat kondisi besok. Kalau kondisi tidak bisa ditolelir, bisa setengah hari belajar, atau diliburkan. Kami akan imbau bupati dan wali kota,” kata Isdianto di Batam, Rabu (18/9/2019).

Isdianto mengatakan, kabut asap yang kian pekat di Batam dan kabupaten kota lain di Kepri mulai meresahkan masyarakat. Menurut Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tidak sehat untuk anak bila angkanya mencapai 100. Sementara pada hari ini, ISPU Batam sempat mencapai lebih dari 200.

“Kondisi asap di Kepri, khususnya di Kota Batam menunjukkan kisaran 170-226. Angka itu menunjukkan kualitas udara hari ini tidak sehat,” katanya.

BACA JUGA:

Kabut Asap Makin Pekat di Palangkaraya, Siswa Tetap Sekolah meski Sesak Napas

Gara-gara Kabut Asap Makin Pekat di Pekanbaru, Jembatan Siak IV Seperti Hilang

Gubernur Kepri juga mengatakan, asap yang menaungi laut Kepri tidak sepenuhnya berasal dari karhutla di Batam. Asap itu juga kiriman dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah karena kabut asap yang masih pekat. Jika terpaksa pergi, sebaiknya menggunakan masker. Apabila masyarakat merasa gangguan kesehatan, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Pemprov juga mengimbau fasilitas kesehatan proaktif memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Sekolah, pasar dan tempat umum yang banyak aktivitas luar gedung, akan menyediakan masker gratis,” katanya.


Editor : Maria Christina