Kasus Diskriminasi Rasial, Ketua Partai NasDem Tanjungpinang Jadi Tersangka

Antara ยท Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:35 WIB
Kasus Diskriminasi Rasial, Ketua Partai NasDem Tanjungpinang Jadi Tersangka

Ketua Partai NasDem Tanjungpinang Bobby Jayanto. (Foto: Antara/Nikolas Panama)

TANJUNGPINANG, iNews.id - Penyidik Polres Tanjungpinang menetapkan Ketua Partai NasDem Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berinisial BJ sebagai tersangka kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis. Penetapan status ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pelapor dan terlapor, termasuk saksi ahli, dan pengumpulan barang bukti, Kamis (22/8/2019).

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, BJ ditetapkan tersangka usai hasil gelar perkara. Penyidik berkeyakinan dua alat bukti dalam perkara BJ sudah terpenuhi sehingga statusnya dari saksi naik menjadi tersangka.

Dalam waktu dekat, penyidik juga akan kembali meminta keterangan tersangka. "Kami akan meminta keterangan tersangka," ujarnya, di Tanjungpinang, Selasa (22/8/2019).

BACA JUGA: MRP Papua Barat Minta Polri Tangkap Pelaku Ujaran Rasial di Surabaya

Terkait perdamaian antara BJ dan pelapor, Efendri menegaskan jika kasus tersebut bukan delik aduan, melainkan pidana murni yang diatur dalam Undang-Undang Khusus tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

BJ harus berurusan dengan pihak yang berwajib setelah Raja Mansyur Razak, yang mewakili empat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaporkannya ke Polres Tangjungpinang pada Selasa (11/6/2019). Dia dilapor atas tuduhan melanggar UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Keempat LSM itu yakni LSM Gagak Hitam, Cindai, Zuriat Kerabat Kerajaan Lingga dan Garda Fisabilillah.

BJ yang berpotensi duduk di kursi DPRD Kepri berdasarkan hasil rekapitulasi suara pada Pemilu Legislatif 2019 mengklarifikasi pernyataannya, baik melalui media massa maupun media sosial.

Menurutnya, tuduhan rasis kepada dirinya karena menyebutkan sesama suku Tionghoa harus saling membantu itu adalah kesalahpahaman. Pernyataan itu, menurutnya, untuk memotivasi masyarakat turut melestarikan budaya lomba perahu naga di Pelantar II yang sudah menjadi tradisi tetap lestari.

"Oleh karena itulah guna memilih wakil rakyat dari etnis Tionghoa supaya bisa membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat salah satunya melestarikan budaya yang sudah dilaksanakan sejak lama supaya tetap terus dilaksanakan tiap tahun. Jadi, tidak ada sedikitpun niat saya untuk rasis seperti di postingan itu," katanya.

Namun BJ tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan sebutan di video tersebut.

"Sebagai manusia biasa saya tentu tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Karena jujur dari hati paling dalam, saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak mana pun. Saya tahu betul semua ras di Tanjungpinang merupakan saudara saya yang sudah saling kenal sejak kecil," ujar mantan Ketua DPRD Tanjungpinang tersebut.


Editor : Donald Karouw