Kedapatan Edarkan Sabu, Oknum ASN Dinas Pariwisata Karimun Ditangkap

Antara ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 17:02 WIB
Kedapatan Edarkan Sabu, Oknum ASN Dinas Pariwisata Karimun Ditangkap

Ilustrasi narkoba. (Foto: Okezone)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KARIMUN, iNews.id - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karimun, Kepulauan Riau, menangkap seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat karena diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, pelaku atas nama DI (36) ditangkap di kediamannya di kawasan Batu Lipai, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral pada Minggu (8/7/2018) malam.

DI merupakan ASN di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun. Dirinya ditangkap setelah personel Satresnarkoba melakukan pengintaian terhadap tersangka. "Anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan disaksikan ketua RT setempat, dan ditemukan sembilan paket kecil sabu-sabu dengan berat kotor 3,96 gram dalam dompet hitam yang diletakkan di atas tempat tidur," kata Agung, dalam keterangan pers di Mapolres Karimun, Jumat (13/7/2018).

Wakapolres mengatakan, DI diduga menjadi pemasok sabu-sabu di kalangan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, dan sudah lama menjadi target operasi. Dalam penangkapan itu, polisi ikut menyita sejumlah barang bukti antara lain, satu kaca pirex, dua alat isap sabu atau bong, satu buah timbangan digital, dan satu unit telepon seluler merek Nokia.

Selain menangkap DI, petugas juga menangkap AM yang kebetulan datang ke rumah tersangka. Dari tangan AM, polisi juga menyita sabu-sabu sebanyak satu paket kecil dan satu unit telepon seluler merek Nokia. "AM, saat diinterogasi mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari DI," ujar Agung.

Berdasarkan keterangan tersangka DI, sabu-sabu yang disita tersebut diperoleh dari seseorang berinisial IW yang ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). DI dan AM ditahan dalam sel Mapolres Karimun untuk kepentingan pemeriksaan, sedangkan penyidik masih melakukan pengejaran terhadap IW yang masih buron.

“Kedua tersangka, disangkakan melanggar Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp8 miliar,” kata Agung.

Sementara itu, tersangka DI mengaku mengedarkan sabu-sabu sejak bulan puasa yang lalu, dan mengonsumsi sabu-sabu sejak 2012.


Editor : Himas Puspito Putra