KPU Karimun Coret Seorang Caleg PKS dari DCT, Ini Alasannya

Antara ยท Kamis, 20 September 2018 - 22:26 WIB
KPU Karimun Coret Seorang Caleg PKS dari DCT, Ini Alasannya

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone)

KARIMUN, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencoret caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daftar calon tetap (DCT), Kamis (20/9/2018). Pencoretan tersebut karena caleg itu masih tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Satu caleg dari PKS kami coret karena sampai Rabu (19/9/2018) kemarin, tidak menyerahkan surat pemberhentian sebagai PNS," kata Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko di Tanjung Balai Karimun.

Menurut Eko, caleg PKS untuk daerah pemilihan Karimun-Buru, Azman Zainal berstatus PNS di Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun. Dia menjelaskan setiap PNS yang maju sebagai caleg di Pemilu 2019, harus melampirkan surat pemberhentian sebagai PNS, paling lambat Rabu kemarin.

"Karena tidak memenuhi syarat, maka dia tidak kami masukkan dalam DCT yang ditetapkan dalam rapat pleno internal tadi siang," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, jumlah caleg yang masuk dalam DCT sebanyak 363 orang yang berasal dari 14 partai politik, yakni PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), PDI Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Garuda.

Disinggung soal keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen, Eko mengatakan semua partai memenuhinya bahkan beberapa partai mencapai 40 persen. "Semua partai memenuhi kuota keterwakilan perempuan. Kalau tidak, tentu tidak lolos dalam pendaftaran calon," kata dia.

Menurut Eko, rapat pleno penetapan DCT bersifat internal karena sebelumnya telah menggelar rapat bersama pengurus partai politik dan Bawaslu serta pihak terkait untuk sinkronisasi rancangan DCT pada Senin (17/9/2018) lalu. Dengan sinkronisasi tersebut, maka calon dari masing-masing parpol sudah final dan lengkap persyaratannya, sehingga tidak bisa diutak-atik lagi setelah ditetapkan sebagai DCT.

"Tidak ada lagi penggantian, kecuali ada calon yang meninggal dunia, maka namanya dikosongkan dari daftar calon pada surat suara. Setelah penetanan DCT tahapan selanjutnya adalah tahapan kampanye yang dimulai pada 23 September 2018 sampai 13 April 2019,” ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi