Kronologi Kebakaran Kapal Roro KM Sembilang di Kepri, Awalnya Terdengar Ledakan

Antara ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 15:51 WIB
Kronologi Kebakaran Kapal Roro KM Sembilang di Kepri, Awalnya Terdengar Ledakan

Para korban kebakaran Kapal Ro-Ro KMP Sembilang terbakar dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (31/7/2019). (Foto: Antara)

BATAM, iNews.id – Penyebab kebakaran Kapal Roro KM Sembilang di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (31/7/2019), belum diketahui. Namun, sebelum terbakar, pekerja kapal mendengar suara ledakan.

Menurut saksi mata, kronologi kebakaran tersebut berawal dari saat mereka mendengar suara ledakan di bagian mesin. Tak lama terlihat asap tebal dan api yang membakar kapal.

Para pekerja yang panik langsung berhamburan. Saat kejadian, setidaknya terdapat 29 orang pekerja berada di dalam kapal yang sedang dalam perbaikan di perusahaan galangan kapal PT Karimun Marine Shipyard (KMS).

“Ada suara ledakan dari bagian mesin. Kemudian karena panik, para pekerja langsung berhamburan,” kata saksi mata, pekerja subkontrak PT KMS, Andri Putra.


BACA JUGA: Kapal KM Sembilang Terbakar di Karimun Kepri, 3 Orang Tewas dan 10 Luka Bakar


Andri mengatakan, sejumlah pekerja langsung berlarian melalui pintu samping, meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri. Namun, banyak juga di antara mereka yang sempat disambar api.

Menurut Andri, di bagian atas kapal memang terdapat thinner. Zat cair yang berfungsi untuk mengencerkan berbagai macam cat, seperti cat kayu, besi, ataupun dinding itulah yang diduga membuat api cepat membesar dan merembet ke bagian lain.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban kebakaran. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan sedikitnya 3 orang meninggal dalam musibah itu. Sementara 10 orang lainnya mengalami luka bakar.

Dua korban meninggal di lokasi kejadian dan hingga kini belum dapat dievakuasi dari dalam kapal sehingga identitasnya belum dapat diketahui. Sementara seorang korban lainnya, yaitu Surja, meninggal dalam perawatan di rumah sakit.


Editor : Maria Christina