Mayat Dalam Karung, Tersangka Panik dan Bunuh Korban karena Hamil

Humala Nasution ยท Jumat, 20 Juli 2018 - 04:14 WIB
Mayat Dalam Karung, Tersangka Panik dan Bunuh Korban karena Hamil

Tersangka pembunuh perempuan dalam karung dibawa ke TKP pembunuhan di kebun milik mertuanya di Tanjungpinang, Kepri. (Foto: iNews/Humala Nasution)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANJUNGPINANG, iNews.id – Motif pembunuhan perempuan dalam karung yang mengambang di sungai, di bawah Jembatan Wacopek, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya terungkap. Tersangka nekat membunuh korban lantaran panik korban hamil dan meminta pertanggungjawaban.

Hal ini terungkap setelah Polres Tanjungpinang menangkap Nasrun, tersangka pembunuhan Supartini. Dari pemeriksaan Satrekrim Polres Tanjungpinang, tersangka dan korban memiliki hubungan asmara. Sebelum pembunuhan sadis itu, tersangka dan korban sempat bertengkar.

Pertengkaran itu dipicu kondisi korban yang ternyata sedang hamil hasil hubungan asmara mereka. Korban meminta pertanggungjawaban kepada tersangka. Lantaran panik, tersangka kemudian membunuh korban di kebun milik mertua tersangka.

“Sepertinya korban juga merasa malu dengan kehamilannya karena posisi yang bersangkutan pada masa hidupnya sebelum diakhiri tersangka, berstatus janda,” papar Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, Kamis (19/7/2018).

BACA JUGA:

Mayat Wanita Dalam Karung Mengapung di Sungai, Diduga Dibunuh

Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung di Tanjungpinang Terungkap

Sebelum Dibuang ke Sungai, Mayat Wanita Dalam Karung Dibunuh di Kebun

Pembunuh Wanita Dalam Karung Ditangkap, Pelaku Diduga Pacar Korban

 

Dari keterangan tersangka, dia membunuh perempuan janda beranak satu itu di kebun milik mertuanya, kawasan Jalan Ganet Tanjungpinang. Nasrun membunuh kekasihnya dengan cara memukul kepalanya menggunakan sebatang kayu. Mayatnya kemudian diikat, lalu dimasukkan ke dalam karung. Dia juga memasukkan beberapa batu sebagai alat pemberat.

Setelah itu, tersangka Nasrun kemudian membuang mayat korban di bawah Jembatan Wacopek, Tanjungpinang. Mayat Supartini akhirnya ditemukan warga mengambang dengan kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat sementara sebagian tubuhnya dimasukkan ke dalam karung.

Tersangka Nasrun dan korban Supartini diketahui pernah sama-sama bekerja di salah satu perusahaan properti di Tanjungpinang. Tersangka menjabat sebagai manajer operasional dan korban Supartini bekerja di bagian administrasi.

Kasus pembunuhan sadis ini membuat heboh warga setempat. Warga yang mengenal tersangka mengaku kaget dan tak menyangka tersangka Nasrun yang dikenal pendiam nekat berbuat kejam dan sadis. “Kami kaget, enggak menyangka karena orangnya diam-diam gitu,” kata warga, Bani.

Kini tersangka Nasrun telah ditahan dan diproses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati. 


Editor : Maria Christina