Mayat Wanita Dalam Karung Mengapung di Sungai, Diduga Dibunuh

Humala Nasution ยท Minggu, 15 Juli 2018 - 19:55 WIB
Mayat Wanita Dalam Karung Mengapung di Sungai, Diduga Dibunuh

Tim SAR dan petugas Satreskrim Polres Tanjungpinang, Kepri mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas ke rumah sakit. (Foto: iNews.id/Humala Nasution)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANJUNGPINANG, iNews.id - Sesosok mayat wanita tak dikenal ditemukan mengapung di sungai tepatnya di bawah Jembatan Wacopek, Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (15/7/2018). Dugaan sementara, korban dibunuh dan mayatnya dibuang untuk menghilangkan jejak.

Saat ditemukan, mayat wanita itu terbungkus karung dengan kedua kaki dan tangan terikat, serta diberi tali pemberat. Penemuan mayat tersbeut menghebohkan warga sekitar Jembatan Wacopek. Mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh Ispion, salah seorang warga yang sedang melintas di jembatan tersebut.

“Saya awalnya lihat ada karung mengapung di sungai. Setelah diamati ternyata sebagian tubuhnya terlihat. Saya langsung laporkan kasus ini ke polisi,” kata Ispion.

Mendapati laporan tersebut, petugas Satreskrim Polres Tanjungpinang meluncur ke lokasi dan mengolah tempat kejadian polisi. Petugas juga mengidentifikasi korban dan menyisir sekitar lokasi untuk menemukan bukti dan petunjuk guna mengungkap kejadian tersebut.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiroseno mengatakan, dari hasil pemeriksaan dugaan sementara mayat wanita ini merupakan korban pembunuhan dan mayatnya sengaja dibuang di bawah jembatan untuk menghilangkan jejak.

“Dugaan sementara mayat wanita ini merupakan korban pembunuhan. Tapi, kita belum tahu luka-lukanya apa saja. Kita baru mengecek kalau kedua tangan dan kakinya diikat,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kepentingan penyidikan mayat wanita nahas itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang guna diautopsi.

Penemuan mayat wanita ini sempat menghebohkan warga. Mereka beramai ramai mendatangi lokasi untuk melihat dan memastikan ciri-ciri dan identitas korban.

 


Editor : Kastolani Marzuki