Paksa Pesawat Asing Mendarat, Begini Pernyataan Tegas Panglima TNI

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 15 Januari 2019 - 22:04 WIB
Paksa Pesawat Asing Mendarat, Begini Pernyataan Tegas Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama rombongan saat tiba di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019). (Foto: Puspen TNI)

BATAM, iNews.id – TNI Angkatan Udara (AU) mendaratkan paksa pesawat asing jenis Boeing 777 di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (14/01). Pesawat kargo yang dioperasikan Maskapai Ethiopian Air dengan tujuan Hong Kong tersebut, memasuki wilayah Indonesia tanpa surat dan dokumen atau Flight Clearance (FC).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, dirinya yang mendapat laporan adanya pesawat asing di wilayah NKRI langsung memerintahkan pesawat F16 terdekat untuk melakukan mendarat paksa atau force down di wilayah Batam.

"Saya minta pesawat terdekat di wilayah Pekanbaru agar persiapan pesawat F16. Saya minta intersep dan perintahkan agar landing di wilayah Batam," kata Panglima saat ditemui di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Selasa (15/1/2018).

BACA JUGA: TNI AU Daratkan Paksa Pesawat Kargo Asing di Bandara Hang Nadim Batam

Panglima menjelaskan, kasus ini sudah diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memintai keterangan lebih lanjut karena memasuki wilayah NKRI tanpa ada surat yang jelas.

"Prosesnya saat ini masih berjalan. Pesawat juga masih ada di Bandara Hang Nadim Batam," ujarnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) mengungkapkan, belum mengetahui indikasi pesawat kargo tersebut melintasi wilayah NKRI. Menurut dia, apapun alasannya, TNI akan terus menegakkan peraturan menjaga wilayah NKRI.

"Yang pertama kemungkinannya mereka masuk wilayah Indonesia karena menilai radar kita tak bisa menangkapnya. Kemudian jika pun radar mampu menangkap, mereka mengira kita tidak memiliki pesawat untuk intersep. Intinya kami tegakkan peraturan. Siapa yang melanggar harus selesaikan sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia," ucapnya.

Diketahui, dua pesawat tempur TNI AU jenis F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dengan Callsign Rydder Flight awalnya melakukan identifikasi visual terhadap pesawat asing tersebut. Selanjutnya melakukan penyergapan dan melalui komunikasi dengan frekuensi darurat mendaratkan paksa di Bandara Hang Nadim, Batam.

Pesawat Boeing 777 dengan nomor registrasi ET-AVN bertolak dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia dengan tujuan Hong Kong. Untuk proses penyidikan lebih lanjut, pesawat tersebut diamankan personel TNI AU karena telah melakukan pelangguran wilayah udara dengan memasuki NKRI tanpa izin dan dokumen.


Editor : Donald Karouw