Pengedar 3.000 Pil Ekstasi dan 1,5 Kg Sabu di Pekanbaru Tertangkap

Antara ยท Senin, 03 Desember 2018 - 16:54 WIB
Pengedar 3.000 Pil Ekstasi dan 1,5 Kg Sabu di Pekanbaru Tertangkap

Ilustrasi hasil operasi narkoba. (Foto: iNews).

PEKANBARU, iNews.id - Polresta Pekanbaru mengungkap sindikat narkoba di kawasan penginapan mewah Villa Baliview Luxury dengan barang bukti berupa 3.000 butir pil ekstasi dan 1,5 kilogram sabu-sabu siap edar.

Kapolsek Limapuluh, Kota Pekanbaru, Kompol Angga F Herlambang, mengatakan jaringan ini sengaja menggunakan tempat mewah sebagai upaya mengelabui petugas.

"Ada empat tersangka ditangkap. Mereka bertindak sebagai kurir dalam sindikat narkoba tersebut," kata Angga di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (3/12/2018).

Keempatnya adalah ZAT (28), HM (26), warga Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kemudian, IK (29) asal Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, dan MT (27) warga Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

BACA JUGA: Gerebek Kampung Narkoba, 8 Warga Kedapatan Membawa Sabu

Menurut Angga, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebut, maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di kawasan resor mewah, Villa Baliview, Kota Pekanbaru.

Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diperoleh identitas para pelaku dan asal barang haram tersebut.

"Informasi awal dari penyelidikan narkoba dibawa dari Bengkalis dan diedarkan di Pekanbaru," ujarnya.

Informasi tersebut terus didalami jajaran Polsek Limapuluh Pekanbaru dengan melakukan penyamaran. Beberapa Polisi bertugas menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi di Villa mewah itu.

Ketika transaksi dilakukan, para pelaku langsung dibekuk petugas. Dari penangkapan itu, Angga menjelaskan jajarannya menyita sejumlah barang bukti.

BACA JUGA: Polisi Sita 43.000 Pil Ekstasi dan 50 Kg Sabu dari Komplotan Malaysia

Ada tujuh paket besar sabu-sabu dengan berat total mencapai 1,5 kilogram serta 30 bungkus berisi ekstasi, dengan masing-masing berisi 1.000 butir.

"Ini masih terus kami dalami, termasuk menyelidiki bandar besar yang mengendalikan keempat pemuda itu sebagai kurir narkoba," kata dia.

Kabupaten Bengkalis selama ini dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama penyelundupan sabu-sabu, yang mayoritas berasal dari negeri jiran Malaysia.

Minimnya pengawasan di pesisir Riau tersebut menjadi masalah utama yang dihadapi jajaran kepolisian dan instansi terkait dalam memerangi narkoba.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal