Perkosa 3 Santriwati, Guru Ngaji di Bintan Terancam Hukuman Mati

Ahmad Afandi Pohan ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 17:43 WIB
Perkosa 3 Santriwati, Guru Ngaji di Bintan Terancam Hukuman Mati

Pelaku pemerkosaan M Soleh saat diinterogasi petugas Kejaksaan Negeri Bintan. (Foto: iNews/Ahmad Afandi Pohan).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BINTAN, iNews.id – Tersangka kasus pencabulan di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), bernama M Soleh (24), terancam hukuman mati. Pria yang bekerja sebagai guru ngaji itu diketahui telah memperkosa tiga santriwatinya di Pondok Pesantren Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Wathan, Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Bintan Timur pada Mei lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bintan Indra Jaya mengatakan, berkas perkara pencabulan milik tersangka mulai rampung. Dalam waktu dekat, tersangka akan diadili di Pegadilan Negeri Tanjungpinang.

“Tersangka akan dijerat Pasal 81 Ayat, 5,6 dan 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun dan kebiri kimia,” kata Indra, Rabu (15/8/2018).

Dia menjelaskan, kejadian tersebut terungkap saat korban berinisial Nov (16) menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya pada Senin, 28 Mei 2018. Dalam keadaan sakit, korban mengaku disetubuhi gurunya usai sahur di kamar santriwati.

Mendengar kabar itu, ibu korban kemudian melaporkan kepada salah satu pemuda di kampung dan memintanya untuk mencari tersangka. Pada Jumat, 1 Juni 2018 sekira pukul 21.30 WIB, tersangka ditemukan dan langsung dihadiahi pukulan hingga babak belur kemudian diserahkan ke Mapolres Bintan Timur.

Dari pengakuan tersangka kepada polisi, dia mengaku sudah memperkosa tiga santriwatinya termasuk Nov. Modus yang digunakan pelaku yaitu mendekati para korbannya. Setelah berhasil memikat korban, pelaku kemudian menggaulinya layaknya suami istri.


Editor : Muhammad Saiful Hadi