Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Orang di Tempat Karaoke Batam

Gusti Yennosa ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 16:45 WIB
Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Orang di Tempat Karaoke Batam

Ilustrasi prostitusi. (Foto: AFP).

BATAM, iNews.id - Polda Kepulauan Riau membongkar dugaan kasus prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan malam atau pub. Modus pengelola tempat karaoke ini menawarkan layanan seks dengan paket minuman beralkohol.

Wakil Direktur Krimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengatakan, dua orang tersangka yang diamankan yakni, GM dan manajer The Exotic Pub, Junisaf dan Arman. Transaksi seks di tempat tersebut langsung dikelola oleh mereka.

"Transaksi seks dalam kehidupan dunia malam di Batam bukan hal baru lagi, namun bila dikelola langsung oleh pihak manajemen, ini yang terbilang langka," kata Ari kepada wartawan di Mapolda Kepri, Kota Batam, Rabu (7/8/2019).

BACA JUGA: Prostitusi Berkedok Panti Pijat Dibongkar Polres Kediri, 1 Orang Jadi Tersangka

Dalam menjalankan modus transaksi seks ini, kedua tersangka menyiapkan paket minuman beralkohol di dalam ruang karaoke. Dalam paket tersebut tersedia biaya kencan dengan para pemandu lagu, plus biaya kamar hotelnya.

Biaya yang ditawarkan sebesar Rp1,5 juta. Uang tersebut langsung dibayarkan ke pihak manajemen, dan pelanggan nantinya akan mendapatkan voucher.

"Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka memaksa para korban yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu menawarkan paket sekali kencan kepada pelanggan," ujarnya.

BACA JUGA: Ibu Meninggal Dunia, Gadis 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Berkali-kali

Pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita bukti transaksi, selembar voucher, kunci kamar hotel, tiga unit ponsel, uang tunai Rp2,6 juta, alat kontrasepsi bekas pakai, dan enak orang wanita pemandu lagu nyaris tanpa busana.

Kedua tersangka akan dijerat Pasal 13 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda sebesar Rp600 juta.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal