Polisi Tangkap Guru Olahraga SD di Batam karena Cabuli 6 Siswinya

Okezone, Aini Lestari ยท Jumat, 06 September 2019 - 19:40 WIB
Polisi Tangkap Guru Olahraga SD di Batam karena Cabuli 6 Siswinya

Ilustrasi penangkapan pelaku cabul. (Foto: Istimewa).

BATAM, iNews.id - Polisi menangkap oknum guru SD di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yang diduga telah mencabuli siswi-siswinya. Aksi ini dilakukan dengan modus hipnoterapi agar siswa lebih konsentrasi belajar.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo mengatakan, pelaku S alias MK diduga telah mencabuli beberapa orang muridnya. Sedikitnya ada enam orang siswi yang mengaku telah diperlakukan tidak senonoh.

Menurut dia, pelaku diamankan Unit PPA Polresta Barelang, Jumat siang di Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Kepri. Dia mengatakan, pelaku berusaha kabur dari Batam sejak Kamis (5/9/2019) kemarin.

"Saat ini, petugas sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Tanjungbalai Karimun menuju Kota Batam dengan membawa tersangka," kata Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan di Mapolresta Barelang, Kepri, Jumat (6/9/2019).

Pelaku bertugas sebagai guru olahraga dan guru pramuka di SD Swasta Shabilla Batam. Polisi menduga korban aksi bejat pelaku lebih dari enam orang, mengingat modus hipnoterapi ini sudah dilakukan sejak lama.

BACA JUGA: Perkosa Temannya secara Bergilir, 3 Remaja di Siak Ditangkap Polisi

Dalam KBBI, hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan pada subjek dalam kondisi hipnosis, atau mendapat sugesti tidak sadarkan diri. Alasan pelaku kepada murid-muridnya agar mereka dapat lebih konsentrasi dalam belajar di kelas.

"Memang sudah lama dia suka melakukan hipnoterapi. Anak saya yang sudah lulus dari SD itu juga, dulu pernah dihipnoterapi juga sama S," kata seorang wali murid, Tari.

Aksi cabul ini terungkap ketika seorang wali murid mendatangi pihak sekolah dan mengadukan hal tersebut Kamis kemarin. Mereka mengaku tidak terima dengan perbuatan S yang telah melakukan pelecehan seksual ke anaknya.

Setelah ditelusuri, korban aksi pencabulan tersebut tidak hanya satu orang. Data sementara yang dihimpun kepolisian, ada enam orang korban S dari sekolah tersebut.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal