Puluhan Pekerja Korban Ledakan Balon Udara di Karimun Telantar di RSUD

Iwan Mohan ยท Minggu, 25 November 2018 - 22:18 WIB
Puluhan Pekerja Korban Ledakan Balon Udara di Karimun Telantar di RSUD

Puluhan pekerja galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard Kabupaten Karimun, Kepri telantar di UGD RSUD Karimun. (Foto: iNews.id/Iwan Mohan)

KARIMUN, iNews.id - Puluhan pekerja galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) yang mengalami luka-luka akibat ledakan balon udara penyangga kapal merasa terabaikan.

Selama masa perawatan para pekerja terlantar di halaman ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muhammad Sani tanpa makan dan minum.

Seorang pekerja, Lanca mengaku kecewa dengan pihak perusahaan karena tidak ada perhatian kepada karyawan yang jadi korban ledakan balon. “Saya dan teman-teman sudah tiga tahun bekerja, tapi mendapatkan perhatian seperti BPJS maupun Jamsostek,” katanya, Minggu (25/11/2018).

Untuk mendapatkan baju dan perlengkapan kerja, kata dia, para karyawan juga harus membayar dengan potongan gaji setiap bulan.

Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengaku akan memanggil pihak perusahaan serta dinas terkait untuk mempertanyakan jaminan keselamatan para pekerja yang dinilai terabaikan.

BACA JUGA:

3 Pekerja Tewas Terjatuh dari Tower Crane di Proyek Hotel di Semarang

Buruh Proyek Bandara NYIA Tewas Tenggelam di Saluran Pembuangan Air

Nyimas juga akan melakukan sidak ke PT Multi Ocean Shipyard untuk memberikan peringatan kepada pihak perusahaan agar memperbaharui segala peralatan yang dinilai tidak layak pakai.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab meledaknya balon air bag penyangga kapal yang terjadi pada Sabtu (24/11/2018) sore. Namun dugaan sementara balon tersebut sudah terlalu lapuk dan banyak tambalan. Saat ini sebanyak 23 pekerja yang mengalami luka parah masih menjalani perawatan.


Editor : Kastolani Marzuki