Tak Bayar Utang, Debt Collector Sekap Ibu dan 2 Anak di dalam Rumah

Gusti Yennosa ยท Selasa, 26 November 2019 - 02:00 WIB
Tak Bayar Utang, Debt Collector Sekap Ibu dan 2 Anak di dalam Rumah

Pijai, seorang DC menyekap nasabah bersama dua anaknya di Batam. (Foto: iNews/Gusti Yenossa)

BATAM, iNews.id – Seorang debt collector (DC) menyekap nasabah bersama dua anak balitanya di Batam Center, Batam, Kepulauan Riau karena tak bayar utang. Pelaku menggembok, mematikan aliran listrik dan air di rumah korban, Minggu (24/11/2019).

Pijai, seorang DC menyekap Widya bersama dua anaknya di perumahan Buana Vista, Batam Center, Batam lantaran tak membayar utang sebesar Rp2,6 juta. Pelaku lantas meninggalkan rumah korban yang sudah dia kunci dari luar.

Korban dan kedua anaknya sempat kelaparan dan kepanasan lantaran tidak dapat keluar rumah untuk membeli makan. Setelah sembilan jam, korban berhasil diselamatkan warga dan polisi.

Aksi ini bermula saat Widya memiliki utang di koperasi simpan pinjam tempat pelaku bekerja sebesar Rp2,6 juta dengan bunga 10 persen. Perjanjiannya, korban harus membayar sebesar Rp80.000 per hari selama 40 hari.

BACA JUGA: Aniaya Sopir Taksi yang Telat Bayar Cicilan Mobil, 5 Debt Collector Ditangkap

Korban mengaku sudah minta keringanan dengan membayar Rp40.000 hingga Rp50.000 per hari, namun tersangka menolak. Tersangka meminta korban membayar sisa utang beserta bunganya sekaligus.

Apabila korban tidak memenuhi permintaan tersangka, maka motor milik korban akan ditarik.

“Kami disekap mungkin dia jengkel karena tahu kami di dalam rumah. Dia sering matikan air dan listrik,” katanya.

BACA JUGA: Tarik Paksa Mobil, Debt Collector Diserang Ormas di Tangerang

Menurut Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmat Purboyo, pelaku menyekap korban sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Pelaku kesal sudah berkali-kali mendatangi rumah korban untuk menagih utang tapi tidak ditemui korban,” kata Prasetyo, Senin (25/11/2019).

Akibat peyekapan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang dengan ancaman tujuh tahun penjara dan UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindugan Anak.


Editor : Umaya Khusniah