Terseret Arus Banjir, Bocah di Tanjungpinang Ditemukan Tewas di Parit

Humala Nasution ยท Sabtu, 19 Januari 2019 - 04:30 WIB
Terseret Arus Banjir, Bocah di Tanjungpinang Ditemukan Tewas di Parit

Parit tempat tewasnya bocah yang terseret arus banjir di Tanjungpinang. (Foto: iNews/Humala).

TANJUNGPINANG, iNews.id - Seorang bocah di Kabupaten Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meninggal dunia setelah terseret banjir, dan masuk ke dalam parit besar. Peristiwa ini terjadi lantaran motor yang dikendarai ibunya terjatuh akibat arus banjir.

Bocah berinisial AD (9) ini ditemukan petugas dan warga di dalam parit besar. Korban tersangkut pipa saluran air di persimpangan Jalan Anggrek Merah, Kabupaten Tanjungpinang. Setelah dievakuasi, petugas sempat memberikan pertolongan pertama, namun korban tampaknya tak bisa lagi diselamatkan.

Seorang saksi, Emi mengatakan, insiden ini terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai Lilis Suryani, ibu korban terpeleset jatuh dalam genangan arus banjir. AD yang dibonceng ibunya langsung terseret arus dan hilang, masuk ke dalam parit.

"Dia awalnya mau putar balik, tiba-tiba saja jatuh," ujar Emi di lokasi kejadian, Jumat (18/1/2019).

Saat peristiwa ini terjadi, situasi di persimpangan Jalan Anggrek Merah ini memang sedang banjir setinggi lutut orang dewasa. Lilis yang membawa kedua anaknya nekad melintasi jalan yang tergenang air tersebut, padahal arusnya tampak cukup deras.

Karena hal itulah yang akhirnya membuat motor Lilis terjebak di tengah-tengah arus banjir. Dia pun kehilangan keseimbangan pada motornya, sehingga terjatuh. Ibu korban dan adiknya awalnya sempat terbawa arus, namun berhasil selamat, namun nahas bagi AD yang malah terseret hingga ke parit.

"Saya sempat tarik kaki dia (Lilis), jadi tidak masuk ke dalam parit sampai akhirnya dibantu orang-orang juga. Tapi pas anaknya itu tidak bisa diselamatkan," ujar Emi.

Saat evakuasi, pantauan iNews, ibu korban tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui nyawa anaknya tidak dapat diselamatkan. Usai divisum, jasad bocah kelas 2 SD ini kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal