Tolak Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya, 2 Siswa SMP di Batam Dikeluarkan

Gusti Yennosa ยท Selasa, 26 November 2019 - 19:45 WIB
Tolak Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya, 2 Siswa SMP di Batam Dikeluarkan

SMP 21 Batam mengeluarkan dua siswanya karena menolak hormat bendera Merah Putih dan nyanyi Indonesia Raya. (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id - Dua siswa SMP Negeri 21 Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dikeluarkan dari sekolah karena menolak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan memberi hormat pada bendera Merah Putih. Kedua siswa itu diduga menganut ajaran Yehuwa.

Pemberhentian kedua siswa itu setelah pihak sekolah menggelar rapat bersama berbagai pihak. Pihak sekolah sebelumnya sudah membina kedua siswa berinisial DH dan WS, selama dua tahun.

Namun, kedua siswa kelas 3 itu masih keukeuh tidak mau hormat bendera Merah Putih maupun menyanyikan lagu Indonesia Raya.

BACA JUGA: 13 Hari Koma, Pelajar SMK di Batam Meninggal Usai Dianiaya Teman Sepermainan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kota Batam memutuskan untuk memberhentikan dua siswa kelas 8 dan 9 tersebut.

“Diberhentikannya DH dan WS ini karena kedua siswa itu sejak awal menjadi murid baru di SMP 21 selalu menolak mengikuti upacara bendera, bahkan keduanya juga tidak mau memberi hormat pada bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap upacara bendera,” katanya, Selasa (26/11/2019).

Selain itu, kata dia, kedua siswa tersebut di dalam kelas juga menolak berjabat tangan atau menghormati guru.

“Pihak sekolah sudah melakukan pendekatan baik pada DH dan WS maupun pada orang tua mereka. Namun tidaka ada perubahan,” katanya.

Arulan mengatakan, alasan kedua siswa itu menolak hormat bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya maupun berjabat tangan dengan guru karena dalil ajaran agama.

BACA JUGA: Dukung Pelantikan Jokowi, Warga Jombang Mengarak Bendera Merah Putih Sepanjang 50 Meter

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepri, Ery Syahrial mengatakan, tindakan tidak hormat kepada bendera Merah Putih dan menolak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini merupakan bentuk perlawanan terhadap aturan berkebangsaan dan berkewarganegaraan.

“Di satu sisi, kedua siswa wajib diberikan hak pendidkannya. Untuk itu, diputuskan kedua siswa yang dikeluarkan diupayakan untuk mendapatkan pendidikan di luar berupa sekolah paket dan non-formal,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki