Viral, Mobil Terbang di Batam Tabrak Perempuan Joging

Gusti Yennosa ยท Senin, 04 November 2019 - 18:45 WIB
Viral, Mobil Terbang di Batam Tabrak Perempuan Joging

Kecelakaan di kawasan Pelabuhan Harbouybay Batuampar Batam terekam CCTV. (Foto: iNews/Gusty Yenosa).

BATAM, iNews.id - Kecelakaan terjadi di kawasan Pelabuhan Harbouybay Batuampar, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (2/11/2019) pagi. Mobil dengan kecepatan tinggi lepas kendali menabrak seorang perempuan yang sedang joging di lokasi tersebut.

Tabrakan tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Karena mobil Nisan Juke RX dengan nomor polisi BP 1916 AM, dikendarai Varisa, terbang setelah menabrak pembatas jalan dan menghantam korban, Adju.

Dalam kecelakaan tersebut, korban langsung terkapar. Sedangkan mobil masih melaju hingga akhirnya menabrak pohon. Tidak lama, warga pun berdatangan ke TKP dan membantu evakuasi korban.

BACA JUGA: Viral Video Polisi Baku Hantam dengan Sopir Ambulans, Kapolda Sumut Minta Maaf

"Korban saat ini dalam penanganan medis. Informasi terakhir dioperasi, karena terkena benturan keras," kata Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Muklis Nadjar, kepada iNews di Mapolresta Barelang, Kota Batam, Kepri, Senin.

Korban dibawa ke Malaysia untuk mendapat perawatan intensif. Sedangkan pelaku, Varisa, kini sudah diamankan petugas serta kendaraan yang dikemudikannya.

Terkait insiden tersebut, petugas sudah melakukan tes urine terhadap pengemudi mobil. Hasilnya, dia negatif menggunakan obat-obatan atau dalam pengaruh minuman keras (miras).

BACA JUGA: Viral, Polisi Baku Hantam dengan Sopir Ambulans di Tebingtinggi Gara-Gara Suara Sirene

"Jadi yang bersangkutan ini (pengemudi) memang orangnya mudah panik. Jadi saat dia membawa mobil, tiba-tiba melihat korban sedang joging, dia terkejut dan malah spontan menginjak gas, bukannya rem," ujar dia.

Namun polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Sebab, Varisa juga diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Sedangkan kondisi korban sementara dikabarkan dalam keadaan kritis dengan luka di bahu dan kaki.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal