Warga Baloi Kolam Batam Mengamuk saat Polisi Sebar Surat Penggusuran

Gusti Yennosa ยท Sabtu, 04 November 2017 - 15:40 WIB
Warga Baloi Kolam Batam Mengamuk saat Polisi Sebar Surat Penggusuran

Warga Balai Kolam, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Kepri, mengejar mobil yang ditumpangi polisi setelah salah satu warga diamankan. Warga mengamuk karena mendapat surat edaran rencana penggusuran. (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id – Ratusan warga Baloi Kolam, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengamuk saat sekelompok orang didampingi polisi datang menyerahkan surat pemberitahuan penggusuran, Sabtu siang (04/11/2017). Warga emosi sehingga terjadi adu mulut yang berujung penyerangan polisi.

Satu anggota polisi sempat terluka terkena pecahan kaca. Polisi berpakaian sipil di lokasi mengamankan seorang warga yang diduga provokator. Tidak terima ada warga diamankan, puluhan warga Baloi Kolam langsung mengejar polisi. Untuk menghindari amuk massa, polisi pun melepaskan tembakan peringatan.

Sengketa lahan seluas lebih dari 100 hektare (ha) ini sudah lama dan hingga kini menjadi bola panas. Menurut warga Baloi Kolam, kericuhan sudah berkali-kali terjadi antara aparat dan warga. SementaRa Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai instansi pemberi izin kepada investor, belum menjawab tegas kepada warga terkait kepemilikan lahan. Karena itu, warga resah dan emosi ketika mereka mendapat surat penggusuran.

“Yang terjadi, polisi datang sekitar 20 orang yang mau memberi tahu mereka membawa surat penggusuran sedangkan surat yang dari kemarin-kemarin sudah dilaporkan ke sana tidak sah. Seharusnya ada penjelasan dari pihak perusahaan soal penggusuran ini,” kata Deo.  

Hingga Sabtu siang, suasana Baloi Kolam, Batam, masih mencekam. Ratusan warga berkumpul di luar rumah dan masih berjaga-jaga di sepanjang pintu masuk ke Kampung Baloi Kolam tersebut.  

Sementara dalam surat edaran yang diterima warga menyebutkan, surat itu pemberitahuan kedua kepada seluruh warga di RT 03, RT 10/ RW 16 Balai Kolam, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota. Pemilik lahan PT Alfinky Multi Berkat meminta warga meninggalkan lahan karena di sana akan ada pembangunan dengan nomor Amdal 01-P-KA/KOMDAL/BTM/1/2010. Dalam surat juga disebutkan, perusahaan menawarkan ganti rugi sebesar Rp7 juta sampai Rp10 juta sesuai dengan kondisi rumah masing-masing warga.  


Editor : Maria Christina