WNA Malaysia Pembawa Sabu Dalam Kemasan Teh China Ditangkap di Karimun

Iwan Mohan ยท Jumat, 21 September 2018 - 21:23 WIB
WNA Malaysia Pembawa Sabu Dalam Kemasan Teh China Ditangkap di Karimun

Kapolres Karimun Karimun AKBP Hengky Pramudya menunjukkan tiga paket sabu yang dibawa WNA Malaysia untuk diedarkan di Karimun, Jumat (21/9/2018). (Foto: iNews/Iwan Mohan)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KARIMUN, iNews.id – Satresnarkoba Polres Karimun, Kepulauan Riau, menangkap Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, M Sofian (30), yang nekat membawa 3 kilogram (kg) lebih sabu-sabu ke Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Jumat (21/9/2018). Seluruh barang haram tersebut dimasukkan dalam kemasan teh China.

Tersangka langsung digiring petugas Satresnarkoba Polres Karimun ke Mapolres Karimun. Polisi menangkap M Sofian di salah satu rumah warga Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, pada Jumat pagi. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sabu-sabu seberat 3,073 kg dan uang tunai senilai 15 ringgit.

“Seluruh barang yang dibawa masuk melalui jalur tikus tersebut berasal dari negara tetangga Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Kabupaten Karimun,” kata Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya saat pemaparan di Mapolres Karimun.

Hengky memaparkan, kronologi penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi sabu-sabu di wilayah Pongkar. Polisi langsung turun ke lokasi. “Setelah mendatangi satu tempat di wilayah Pongkar, petugas mendapatkan satu tersangka dengan barang bukti awalnya dua paket kecil seberat 2 gram lebih. Ini akan dikonsumsi tersangka,” kata Hengky.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan dan menemukan tas di rumah kawasan Desa Pongkar. Petugas menemukan tiga paket besar yang mencurigakan, diduga berisi sabu-sabu. Setelah dicek, ternyata memang isinya sabu-sabu.

“Setelah dilakukan pendalaman, ditimbang, beratnya kurang lebih 3 kg. Petugas juga menemukan uang 15 ringgit. Tersangka juga mengakui bahwa barang itu memang miliknya,” kata Hengky.

Tersangka M Sofian berdalih sabu seberat 3 kg tersebut merupakan kiriman dari salah seorang pengusaha di negara Malaysia. MS mengaku membawa barang haram tersebut bersama rekannya Ombut dengan menggunakan boat kecil dari pelabuhan tikus, Kukup Malaysia.

“Wilayah kita ini wilayah perbatasan. Jarak tempuh lewat perairan kurang lebih setengah jam dan sudah bisa sampai di sini. Kenapa barang ini tidak terdeteksi, karena melalui jalur-jalur yang tidak resmi,” kata Hengky.

Hingga kini, Polres Karimun masih melakukan pengejaran terhadap rekan tersangka, Ombut yang melarikan diri. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, M Sofian dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.


Editor : Maria Christina