Gempa 5,2 SR di Pesisir Barat Lampung Tak Berpotensi Tsunami

Antara ยท Kamis, 09 Juli 2018 - 08:30 WIB
Gempa 5,2 SR di Pesisir Barat Lampung Tak Berpotensi Tsunami

Lokasi gempa bumi di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (Foto: Ist).

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR), Senin (9/7/2018) dini hari, pukul 02.46 WIB berada dekat Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Menurut BMKG, gempa berkekuatan 5,2 SR itu berada pada daerah dengan koordinat lintang 5.88 derajat Lintang Selatan (LS) dan bujur 103.43 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km. Lokasi gempa di selatan Sumatera berada pada 94 km barat daya Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, 116 km barat daya Kabupaten Lampung Barat, 141 km barat daya Kabupaten Tanggamus, 211 km barat daya Kota Bandarlampung dan 378 km barat laut Jakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya berkaitan gempa bumi di Lampung Barat.

Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal, akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. “Tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudra Hindia sebelah Barat Sumatera,” kata Triyono.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Liwa dalam skala intensitas I-II SIG-BMKG (II-III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hingga pukul 03.09 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi