Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali dalam Sehari, Status Waspada

Dony Aprian · Kamis, 12 Juli 2018 - 12:27 WIB
Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali dalam Sehari, Status Waspada

Gunung Anak Krakatau tampak dari kejauhan saat terjadi erupsi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung untuk sekian kali meletus. Data yang terekam Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG), gunung api aktif itu meletus 56 kali dalam sehari, Rabu (11/7/2018).

Letusan mengeluarkan kolom abu dengan ketinggian bervarasi 200 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah. Kekuatannya teramati dengan amplitudo 25-53 mm, dan durasi letusan 20-100 detik. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar.

Peningkatan aktivitas ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Selasa (10/7/2018). Gunung Anak Krakatau bahkan meletus hingga 99 kali dengan amplitudo 18-54 mm dan durasi letusan 20-102 detik. Embusan tercatat 197 kali dengan durasi 16-93 detik. Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, banyaknya letusan ini sesungguhnya sudah berlangsung sejak Senin (18/6/2018).  Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga menyebabkan terjadinya letusan. Kendati demikian, status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (level II) hingga saat ini. Status ini sudah ditetapkan sejak 26 Januari 2012.

“Status Waspada artinya aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya letusan dapat terjadi kapan saja. Tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/7/2018).

Letusan Gunung Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik dan pasir tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang. Terpantau Volcano Observatory Notice For Aviation (VONA) orange dan jalur pelayaran di Selat Sunda pun tetap aman.

Dia menegaskan, letusan Gunung Anak Krakatau merupakan hal yang biasa. Gunung ini masih aktif untuk tumbuh besar dan tinggi dengan melakukan erupsi.

“Masyarakat kami imbau tetap tenang. BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG, dan BKSDA telah melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau baru muncul dari permukaan laut pada tahun 1927. Rata-rata ketinggiannya bertambah 4 hingga 6 meter per tahun. Energi erupsi yang dikeluarkan juga tidak besar. Sangat kecil sekali peluang terjadinya letusan besar seperti yang terjadi pada 1883.


Editor : Donald Karouw