Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik 500 Meter

Heri Fulistiawan · Senin, 06 Agustus 2018 - 17:33 WIB
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik 500 Meter

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Lampunfg, Senin (6/8/2018).(Foto: Heri Fulistiawan)

LAMPUNG, iNews.id – Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Lampung kembali erupsi, Senin (6/8/2018). Tercatat dalam dua pekan terakhir, gunung api itu meletus hingga ratusan kali dalam sehari.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Andi Suardi mengatakan, erupsi mengeluarkan asap abu vulkanik dengan tinggi kolom mencapai 500 hingga 600 meter berwarna kelabu sekitar pukul 10.00 WIB. Material vulkanik mengarah ke timur lintasan kapal penyeberangan hingga puluhan kilometer (km).Meski demikian, dipastikan kolom abu vulkanik tersebut jatuh di Selat Sunda sehingga tidak mengganggu aktivitas kapal nelayan serta kapal penyeberangan.

“Saat ini statusnya masih level II atau waspada. Siapapun dilarang mendekati gunung dengan radius dua km. Warga dan wisatawan diimbau tetap tenang karena masih dalam level aman,” kata Andi, Senin (6/8/2018).


BACA JUGA:

Indahnya Letusan Lava Gunung Anak Krakatau

Mengingat Letusan Dasyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Akankah Terulang?


Andi menjelaskan, pada Jumat (3/8/2018) erupsi GAK mengeluarkan lava pijar disertai dentuman keras seperti Guntur. Sejak pekan sebelumnya, tercatat telah terjadi 63 kali letusan, 31 kali embusan, 44 kali vulkanik dangkal, tiga vulkanik dalam dan gempa tremor menerus (mikrotremor) yang terekam dengan amplitudio 2 hingga 15 mikrometer dominan 3 mikrometer. Kondisi letusan teramati sebanyak 200 kali dengan ketinggian abu kolom 300 hingga 600 meter berasap kelabu.

“Jumat sebelumnya terjadi 227 gempa tremor. Saat ini aktivitas kegempaan masih berlangsung. Namun erupsi di Gunung Anak Krakatau tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok,” ujarnya.

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir semenjak letusan tahun 2012. Gunung Anak Krakatau dinyatakan level waspada. Aktivitas hanya diperbolehkan dalam radius satu km. Warga dihimbau agar tetap tenang karena masih dalam kondisi aman.


Editor : Donald Karouw