Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tinggi, Nelayan Diimbau Tidak Mendekat

Heri Fulistiawan ยท Selasa, 21 Agustus 2018 - 09:15 WIB
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tinggi, Nelayan Diimbau Tidak Mendekat

Semburan asap dan abu vulkanik tampak jelas keluar dari atas kawah Gunung Anak Krakatau, Selasa (21/8/2018). (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG, iNews.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda Provinsi Lampung masih terus terjadi. Tinggi letusan bervariasi dari 100 meter hingga 500 meter dengan interval waktu sekitar 15 menit hingga 30 menit. Suara dentuman cukup keras bahkan kerap menyertai ketika letusan terjadi dengan arah material letusan menuju ke barat. Meski letusan kerap terjadi, para nelayan di sekitar lokasi masih nekat mencari ikan.

Letusan terakhir Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada Senin (20/8/2018) kemarin. Letusan terpantau terjadi sejak pukul 15.05 hingga 15.37 WIB. Hingga menjelang malam, letusan masih terus terjadi.

Berdasarkan pantauan dari radius tiga kilometer, tinggi letusan bervariasi, dari 100 meter hingga 500 meter, dengan interval waktu sekitar 15 menit hingga 30 menit. Letusan juga kerap kali disertai suara dentuman yang cukup keras. Arah material letusan menuju ke sebelah barat.

Asap tebal berwarna hitam membubung ke angkasa disertai guguran material panas terlihat menyebar dari puncak kawah turun area Gunung Anak Krakatau. Kendati demikian, sejumlah nelayan yang sering mencari ikan di sekitar lokasi terlihat tidak khawatir.

Para nelayan tradisional asal wilayah Pesisir Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan itu terlihat masih nekat melakukan aktivitas menangkap ikan di dekat Pulau Panjang, Pulau Sertung dan Pulau Rakata Besar yang berada tak jauh dari Gunung Anak Krakatau.

Meski letusan terjadi dalam beberapa kali disertai suara gemuruh, nelayan terlihat tidak khawatir.
Dua nelayan asal Kalianda yang ditemui di sekitar Gunung Anak Krakatau tampak masih nekat mencari ikan. Padahal, mereka sudah tahu ada imbauan dari instansi terkait, agar tidak mendekati kawasan tersebut.

Kantor Basarnas Provinsi Lampung Pos Bakauheni telah berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau yang ada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengetahui status terkini gunung api di Selat Sunda itu. Basarnas kemudian mengimbau nelayan agar tidak mendekat ke Gunung Anak Krakatau.

“Kami mengimbau kepada nelayan yang beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau agar menjauh dari radius dua kilometer dari posisi gunung. Untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini sudah level II, jadi sangat berbahaya jika berada pada radius tersebut untuk beraktivitas,” ucap Kanit Basarnas Provinsi Lampung Pos Bakauheni, Rahmat Afrizal, Selasa (21/8/2018).

Imbauan kepada nelayan ini, menurut Rahmat, untuk mengantisipasi letusan lebih besar yang berpotensi mengeluarkan material vulkanik berupa pasir batu apung, debu dan awan panas yang bisa membahayakan. “Dikhawatirkan jika nelayan melakukan aktivitas di dekat gunung dengan peralatan tradisional akan sulit menjauhi lokasi saat letusan besar terjadi,” ucap Rahmat.


Editor : Himas Puspito Putra