Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Terjadi 29 Kali Letusan

Antara ยท Selasa, 28 Agustus 2018 - 08:33 WIB
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Terjadi 29 Kali Letusan

Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

LAMPUNG, iNews.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali meningkat sepanjang Senin (27/8/2018) hingga Selasa (28/8/2018) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi 29 kali letusan dengan durasi 15 hingga 102 detik.

Dalam rilis yang diterima BMKG dari PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau dalam periode pengamatan selama 24 jam pada Senin (27/8/2018), selain letusan, juga terjadi embusan 32 kali, amplitudo 5 sampai 19 mm dengan durasi 10 hingga 61 detik. Aktivitas kegempaan vulkanik dalam dua kali, amplitudo: 22 hingga 31 mm, S-P 2,1 hingga 2,5 detik dengan durasi 17 hingga 23 detik.


BACA JUGA:

Gunung Anak Krakatau Meletus 2 Kali, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Km

Anak Krakatau Meletus, Basarnas Imbau Nelayan Tak Dekati Lokasi


Gunung di dalam laut dengan ketinggian 305 meter ini juga menunjukkan aktivitas kegempaan tremor terus menerus dengan amplitudo 1-5 mm dominan 1 mm. Pantauan sekitar, cuaca cerah berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan selatan. Suhu udara dikisaran 25 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 59 sampai 83 persen.

"Secara visual kondisi kenampakan Gunung Anak Krakatau berkabut Asap kawah tidak teramati. Visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api dan material pijar. Ombak laut tenang,” kata Windi Cahya Untung petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, dalam laporannya, Selasa (28/8/2018).

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, disimpulkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada). “Rekomendasi masih sama agar masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius dua kilometer dari kawahnya,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw