Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang Alat Sensor

Antara ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 08:17 WIB
Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang Alat Sensor

Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau water level untuk antisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Selasa (1/1/2019). (Antara/Sigid Kurniawan)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat sensor water level dan sensor curah di Pulau Sebesi, Selat Sunda. Pemasangan alat pengukur ketinggian air laut ini untuk mengantisipasi dini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap tinggi gelombang laut.

Penggunaan alat sensor tersebut dimaksudkan memantau potensi tsunami senyap akibat longsoran Gunung Anak Krakatau. Karena sensor ini bisa terhubung dan bisa live ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.

“Hingga saat ini di dunia belum ada sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Namun, kami (BMKG) merancang permodelan mandiri dengan alat ini,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Rabu (2/1/2019).

BACA JUGA: BMKG Tak Pernah Informasikan Letusan Anak Krakatau Disusul Gempa 8 SR

Dia menjelaskan, pascabencana tsunami Jumat (22/12/2018), BMKG merintis sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamai Indonesia Seismic Information System (InaSEIS). Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal.

“Kami berharap sistem yang dirintis ini dapat memberikan manfaat pada peringatan dini tsunami di Selat Sunda,” ujarnya.

BMKG dan Badan Geologi juga terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dapat memantau perkembangan beritanya hanya dari aplikasi InfoBMKG dan aplikasi Magma Indonesia.

Hal ini ditujukan karena banyaknya informasi hoaks yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranyya. Salah satunya informasi soal rekaman audio selama 1 menit 34 detik yang isinya memmprediksikan Gunung Anak Krakatau akan meletus dan memicu gempa 8 skala richter di wilayah Lampung dalam waktu dekat.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api di dalam laut yang paling aktif di dunia. Usai erupsi dan memicu tsunami pada Sabtu (22/12), kini ketinggiannya tinggal 110 meter dari permukaan laut (mdpl), dari sebelumnya setinggi 338 mdpl. Sebagian material gunung dipastikan telah jatuh luruh ke laut yang kemudian diduga memicu terjadinya tsunami Selat Sunda pada kawasan pesisir Lampung dan Banten.


Editor : Donald Karouw