BMKG Tak Pernah Informasikan Letusan Anak Krakatau Disusul Gempa 8 SR

Heri Fulistiawan, Antara ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 02:15 WIB
BMKG Tak Pernah Informasikan Letusan Anak Krakatau Disusul Gempa 8 SR

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id  - Masyarakat Bandar Lampung, Provinsi Lampung dibuat resah dengan beredarnya audio berdurasi 1 menit 34 detik yang berisi akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan gempa berkekuatan 8 Skala Richter (SR). Video itu beredar luas di masyarakat melalui broadcast di media sosial.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan tak pernah menyampaikan akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan yang menghasilkan gempa dengan 8 SR.

Dalam rilis BMKG, disampaikan bahwa saat ini sudah mulai banyak beredar mengenai rekaman audio pendek sekitar 1 menit 34 detik yang isinya memberitahukan bahwa menurut BMKG akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan gempa dengan skala 8 SR di wilayah Lampung dalam waktu dekat atau dalam beberapa hari atau dalam beberapa minggu ke depan.

BMKG menegskan lagi, tidak pernah memberikan pernyataan tersebut, dan diimbau kepada masyarakat jika mendapat broadcast terkait audio tersebut untuk tidak menyebarluaskannya dan langsung saja dihapus agar tidak kembali membuat resah masyarakat.

BACA JUGA:

Gunung Anak Krakatau Alami 4 Kali Kegempaan Letusan

Gunung Anak Krakatau Terpantau Berhenti Erupsi

Sampai saat ini terkait gempa bumi terlebih tsunami belum bisa diprediksi, jadi jika banyak beredar terkait prediksi gempa dan tsunami abaikan saja berita tersebut.

BMKG dan juga Badan Geologi terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau sampai saat ini. Jadi pastikan untuk memantau perkembangan beritanya hanya dari aplikasi InfoBMKG dan aplikasi MAGMA INDONESIA.

Sementara itu, data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, Selasa (1/1/2019), aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami 22 kali kegempaan dengan amplitudo 18-32 mm. Kondisi cuaca berawan dan mendung serta angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat daya dengan suhu udara 26-29 derajat Celcius.

Secara visual puncak gunung tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih kelabu dengan ketinggian sekitar 200-1.500 meter di atas puncak kawah.

Di sisi lain, aktivitas warga di Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan mulai normal. Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat warga sudah beraktivitas seperti biasa. Namun, para pengungsi korban tsunami masih bertahan di pengungsian. Mereka menunggu intruksi dari pemerintah untuk kembali ke rumahnya masing-masing. “Kami masih ngungsi karena belum ada perintah untuk kembali ke rumah,” ucap seorang pengungsi, Hendra.


Editor : Kastolani Marzuki