BNPB: Masa Tanggap Bencana Tsunami di Lampung Diperpanjang 14 Hari

Aditya Pratama ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 18:56 WIB
BNPB: Masa Tanggap Bencana Tsunami di Lampung Diperpanjang 14 Hari

Ilustrasi dampak tsunami Selat Sunda di Lampung. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan perubahan status masa tanggap darurat tsunami Selat Sunda yang melanda Provinsi Banten dan Lampung beberapa waktu lalu. Lewat pengumuman tersebut, BNPB memperpanjang masa tanggap darurat di Lampung Selatan.

"Masa tanggap darurat di Lampung Selatan diperpanjang selama 14 hari yaitu 6-19 Januari 2019. Sementara untuk Pandeglang dan Serang masa tanggap darurat dihentikan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).

Walaupun masa tanggap darurat dihentikan, masa transisi darurat menuju pemulihan untuk Pandeglang dan Serang berlaku selama tiga bulan dari 6 Januari sampai 5 April 2019.

BACA JUGA: 

Presiden Jokowi Tiba di Lampung, Tinjau Penanganan Korban Tsunami

Waspada Tsunami, Warga Diminta Jauhi Pantai hingga Radius 500 Meter

Pemkab Lampung Selatan Segera Bangun 140 Rumah Warga Korban Tsunami


"Selama masa transisi khususnya di Pandeglang fokus utama adalah pembangunan hunian sementara. Ada lebih dari 1.700 unit yang akan dibangun di delapan kecamatan terdampak di Pandeglang," kata Sutopo.

"Kebutuhan sudah diSusun dalam hal ini diperkirakan Rp11 miliar dan sebagainya. Bupati Pandeglang atau Gubernur Banten nanti akan menyampaikan permintaan kepada BNPB. Untuk pelaksanaannya dikerjakan oleh pihak TNI itu penanganannya saat ini," imbuhnya.

Hingga kini, jumlah korban tewas akibat dari bencana tsunami Selat Sunda itu belum bertambah. Data terakhir BNPB menyebutkan 437 orang meninggal dunia. Sementara korban luka-luka sudah berkurang dari yang sebelumnya 9.061 menjadi 792 orang.

Sementara untuk jumlah korban yang hilang sampai saat ini masih berjumlah sama yaitu 10 orang. Untuk jumlah pengungsi telah berkurang dari semula 16.198 menjadi 15.362 orang. 


Editor : Himas Puspito Putra