Cabuli Anak 9 Tahun, Mantan Kasek di Lampung Nyaris Diamuk Warga

Heri Fulistiawan ยท Jumat, 02 November 2018 - 11:16 WIB
Cabuli Anak 9 Tahun, Mantan Kasek di Lampung Nyaris Diamuk Warga

Polisi mengamankan tersangka pencabulan anak Sudirman Satar di Mapolsek Penengahan, Lampung Selatan, Lampung. (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Seorang mantan kepala sekolah ditangkap anggota Polsek Penengahan, Lampung Selatan, karena diduga mencabuli anak di bawah umur di kebunnya, Desa Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan. Kakek berusia 70 tahun itu melakukan perbuatan bejatnya setelah korban mengantarkan ubi goreng di kebunnya.

Tersangka Sudirman Satar, nyaris diamuk warga desa setempat setelah mengetahui perbuatannya pada korban berinisial B yang juga tetangganya. Beruntung, polisi dengan cepat mengamankan tersangka dan langsung membawanya ke Mapolsek Penengahan.

“Saat diamankan, sudah banyak warga yang akan menghakimi pelaku di rumahnya. Warga yang kesal  juga sempat merusak pagar rumah pelaku juga,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Penengahan AKP Enrico Donald Sidauruk, Jumat (2/11/2018).

Petugas Polsek Penengahan mengamankan tersangka setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Dari keterangan yang diperoleh polisi, kejadian itu berawal saat tersangka Sudirman Satar bercengkerama dengan korban di kebun miliknya. Dia lalu memberikan ubi mentah kepada korban.

BACA JUGA:

Ayah Tiri Cabuli Anak hingga Melahirkan, Bayi Dibunuh lalu Dibuang

Berdalih Buka Kelas Tambahan, Guru SD di Jombang Cabuli Murid-muridnya

Ibu korban kemudian menggoreng ubi dan meminta puterinya mengantarkan kepada tersangka yang berada di kebunnya. Saat itulah, tersangka mencabuli korban. Kejadian ini diadukan korban kepada keluarganya yang selanjutnya membuat laporan ke polisi. “Kami sudah mengamankan barang bukti baju dan celana dalam milik korban,” ujar Enrico.

Sementara itu, tersangka Sudirman Satar mengakui perbuatannya mencabuli korban. Mantan kepala sekolah SD itu mengaku khilaf. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarganya, kepada masyarakat,” kata tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Penengahan Lampung Selatan. Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina