Geger, Belasan Kucing Mati Dibantai Penderita Gangguan Jiwa di Pesawaran Lampung

Antara ยท Sabtu, 30 November 2019 - 19:54 WIB
Geger, Belasan Kucing Mati Dibantai Penderita Gangguan Jiwa di Pesawaran Lampung

Tim Komunitas Cat Rescue Lampung (CRL) mengevakuasi belasan kucing yang mati dibantai di Pesisir Pantai Sukajaya, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Sabtu (30/11/2019) (Foto: Antara)

BANDARLAMPUNG – Warga digegerkan dengan penemuan belasan bangkai kucing di pinggir pantai, di Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Diduga, kucing-kucing itu dibantai oleh seorang warga setempat yang mengalami gangguan jiwa.

Belasan bangkai kucing tersebut ditemukan oleh warga dengan keadaan mengenaskan. Tubuhnya telah membusuk dengan kepala diikat dengan tali. Bahkan, ada bangkai kucing yang tanpa kepala.

“Penemuan bangkai kucing ini sudah terjadi selama satu pekan. Setiap harinya ditemukan minimal satu bangkai kucing,” kata salah seorang warga Sukajaya, Umi Yani, di Pesawaran, Sabtu (30/11/2019).

 

BACA JUGA:

Pengunggah Video Kucing Mati setelah Dicekoki Ciu di Sleman Beri Klarifikasi

Viral Video Kucing Dicekoki Ciu hingga Mati di Sleman, Polisi Buru Pengunggah

 

Warga saat ini merasa resah dengan penemuan banyak bangkai kucing beberapa hari terakhir, yang diduga pelakunya warga sekitar. Apalagi, warga juga banyak yang memiliki kucing peliharaan di dalam rumah.

“Saya juga punya kucing. Kalau malam, saya langsung bawa masuk ke rumah. Pelaku ini juga gila. Jadi dia pernah bilang kalau kucing di sini habis, orang yang akan dibunuh. Dia ngomong langsung begitu,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 04 dusun 3 desa Sukajaya Lempasing, Yuyun, mengaku tidak pernah melihat secara langsung pembantaian kucing tersebut. Namum, telah banyak warga yang melihat L, yang diduga pelaku, seperti mengejar-ngejar kucing menggunakan tali. Ada warga yang mengaku melihatnya dua hari lalu.

“Pelaku tidak pernah membunuh orang, tapi usil saja ke anak-anak. Kami khawatir kalau kucing ini habis, takutnya lari ke anak-anak,” katanya.

 

BACA JUGA: Duh! 6 Anjing Disiram Air Panas oleh Kakak Ipar Majikan, 4 Mati

 

Yuyun mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan keluarga pelaku agar L diobati ke rumah sakit jiwa. Sebab, warga sangat khawatir perbuatannya akan dialihkan ke objek lain, termasuk warga setempat. “Keluarganya sudah setuju, tapi semuanya kembali kepada mereka,” katanya.

Terpisah, Komunitas Cat Rescue Lampung (CRL) Berliani Hutagalung mengatakan, pelaku pembantaian belasan kucing yang ditemukan oleh warga di pinggir pantai Sukajaya Lempasing merupakan seorang yang mengalami gangguan jiwa.

Dia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari media sosial Facebook, pihaknya bersama tim langsung mendatangi lokasi. Dari informasi yang didapatkan, si pelaku pernah melakukan kekerasan kepada anak-anak dengan mencekik dan memukuli mereka.

“Kejadian tersebut kembali terulang, namun pelaku melakukannya terhadap kucing. Dari peristiwa itu, kami langsung melakukan mediasi kepada keluarga, dan keluarga mengaku bahwa pelaku ini memiliki gangguan jiwa,” katanya.

 

BACA JUGA: Bunuh 100 Kucing Milik Orang Lain, Pria Jepang Dihukum

 

Pihaknya meminta agar dinas terkait dapat membantu menangani kasus ini. Bila hal ini dibiarkan, akan sangat berbahaya. Pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan harus dibawa untuk mendapatkan pengobatan.

“Kami mencatat bangkai kucing yang ditemukan di sini pertama delapan ekor. Selain itu, yang kubur ada empat. Kemudian, hari ini ditemukan satu. Warga juga tadi pagi menemukan tiga ekor dan sudah dikuburkan. Bahkan, ada yang hanyut ke laut,” katanya.

Berliani berharap dengan kejadian ini, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, komunitas hewan yang ada di Lampung diajak untuk turun ke lapangan memberikan penjelasan serta informasi ke masyarakat untuk mencintai makhluk hidup di bumi ini.


Editor : Maria Christina