Gunung Anak Krakatau Alami 407 Letusan Disertai Lontaran Lava Pijar

Antara ยท Minggu, 07 Oktober 2018 - 09:32 WIB
Gunung Anak Krakatau Alami 407 Letusan Disertai Lontaran Lava Pijar

Gunung Anak Krakatu. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sepanjang Sabtu (6/10/2018) hingga Minggu (7/10/2018) dini hari masih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau menyebut, telah terjadi letusan sebanyak 407 kali yang disertai sinar api dan lontaran lava pijar di gunung api tengah laut tersebut.

“Pada periode pengamatan 6 Oktober 2018 pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, menunjukkan visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” kata Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Jumono, Minggu (7/10/2018).

Jumono menjelaskan, dari pengamatan CCTV, tampak sinar api dan lontaran lava pijar. Selain itu, terdengar suara dentuman dan getaran kaca yang dirasakan lemah-kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

“Kegempaan Letusan 407 kali, amplitudo 30-50 mm, durasi 37-300 detik. Tremor Harmonik 14 kali, amplitudo 10-41 mm, durasi 34-123 detik. Tremor Menerus amplitudo 2-40 mm dominan 20 mm,” ujarnya.

Gunung api di dalam laut setinggi 338 meter dari permukaan laut itu selama pengamatan cuaca cerah dan berawan. “Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat daya. Suhu udara 25-32 derajat Celsius, kelembapan udara 61-86 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg,” katanya.

Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II  atau Waspada. “Direkomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah,” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra