Gunung Anak Krakatau Meletus 336 Kali dalam Sehari, Status Waspada

Antara ยท Rabu, 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB
Gunung Anak Krakatau Meletus 336 Kali dalam Sehari, Status Waspada

Gunung Anak Krakatau saat meletus beberapa waktu lalu. (Foto: dok iNews.id)

LAMPUNG, iNews.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung, terus meningkat. Sepanjang Selasa (23/10) hingga Rabu (24/10/2018) dini hari, terjadi 336 kali kegempaan dan teramati 43 kali letusan dengan tinggi kolom abu 200 hingga 600 meter di atas puncak kawah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya, meneruskan hasil laporan petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung dari Kementerian ESDM, Badan Geologi menyebutkan, visual malam dari CCTV teramati ada sinar api dan lontaran material pijar. Sepanjang 24 jam, terjadi 336 kali letusan dengan amplitudo 40 sampai 58 mm, berdurasi 34 hingga 162 detik.

Selain itu dalam laporan juga tercatat terjadi vulkanik dangkal 9 kali, amplitudo 6 sampai 12 mm, berdurasi 7 hingga 12 detik. Vulkanik dalam 7 kali, amplitudo 35 sampai 48 mm, S-P 1 berdurasi 15 hingga 21 detik. Tremor terus menerus dengan amplitudo 2 hingga 30 mm (dominan 5 mm).

BACA JUGA: Gempa 4,4 SR Guncang Lombok Utara Pagi Ini

Sementara berdasarkan pengamatan luar, cuaca sekitar gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter terpantau cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut, serta timur. Suhu udara direntang 25 sampai 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 58 hingga 89 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Visual gunung tampak jelas, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 sampai 50 meter di atas puncak kawah. Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. “kaca dan pintu pos bergetar,” kata Windi dalam laporan tersebut.

Selanjutnya periode pengamatan Rabu (24/10/2018) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Jumono dari Kementerian ESDM, Badan Geologi mengungkapkan aktivitas kegempaan letusan 39 kali, amplitudo 40 sampai 58 mm, berdurasi 31 hingga 59 detik.

Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara 24 sampai 25 derajat Celsius dan kelembapan udara 81-100 persen. Visual gunung kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati.

Teramati dari CCTV sinar api dan lontaran lava pijar, terdengar suara dentuman, getaran kaca yang dirasakan lemah-kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

“Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada) sehingga direkomendasikan masyarakatmau pun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilomter dari kawah,” ujar Jumono.


Editor : Donald Karouw