Hujan Deras, Banjir 1 Meter Rendam Ribuan Rumah Warga Lampung Selatan

Andres Afandi ยท Jumat, 30 November 2018 - 17:34 WIB
Hujan Deras, Banjir 1 Meter Rendam Ribuan Rumah Warga Lampung Selatan

Banjir setinggi 1 meter merendam ribuan rumah di Lampung Selatan, Lampung, Jumat (30/11/2018). (Foto: iNews.id/Andres Afandi)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id - Ribuan rumah warga yang tersebar di 12 dusun Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan terendam banjir setinggi 1 meter. Banjir terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan deras hingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap pada Jumat (29/11/2018) dini hari.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam bencana tersebut, namun warga harus mengalami kerugian karena sejumlah barang-barang berharga rusak terendam banjir.

Ani, warga Desa Rangai Tritunggal menuturkan, banjir datang secara tiba-tiba dan merendam permukiman warga. Sehingga, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya. “Nggak ada yang selamat semua terendam, ya kayak tv, kulkas, rice cooker, kipas angin. Semua kena banjir,” kata Ani.



Selain merendam ribuan rumah warga, banjir tersebut juga membuat aktivitas perekonomian lumpuh. Warga hanya bisa berdiam diri di rumah sambil menunggu kondisi air surut.
 
Warga lainnya, Sudir mengatakan, meski wilayahnya terendam banjir 1 meter warga memilih tetap bertahan di rumah mereka. “Belum ada yang mengungsi,” ucapnya.

BACA JUGA:

Banjir di Jalinsum Tarahan, Akses Bakauheni ke Bandarlampung Lumpuh

Bocah 11 Tahun dan Bayi 2 Bulan Terseret Banjir Bandang di Tapsel

Sudir hanya berharap bantuan makanan dan sembako dari pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya karena aktivitas warga lumpuh total. “Kami tidak bisa ke mana-mana karena semua jalan tergenang banjir. Kami hanya berharap ada bantuan makanan dan smebako,” katanya.

Banjir yang menerjang Lampung Selatan selain merendam ribuan rumah warga juga mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera lumpuh total. Antrean kendaraan dari Sumatera menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya memanjang hingga 7 km.



Sejumlah kendaraan yang nekat menerobos arus banjir pun harus menanggung risiko mengalami mati mesin karena air masuk ke dalam bagian knalpot dan bagian mesin kendaraan.

Para pengendara mengaku kemacetan terjadi mulai dari perbatasan Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 4 km. Kemacetan panjang juga terjadi menuju arah Bakauheni. “Macet panjang dan sama sekali kendaraan tidak bisa bergerak karena banjirnya tinggi sekali,” kata seorang pengendara, Yudi.

Untuk mengurai kemacetan, petugas Satlantas Polres Lampung Selatan memberlakukan system buka tutup arus lalu lintas.


Editor : Kastolani Marzuki