Jokowi Pastikan Wisatawan Korban Tsunami Selat Sunda Dapat Santunan

Antara, Heri Fulistiawan ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 18:53 WIB
Jokowi Pastikan Wisatawan Korban Tsunami Selat Sunda Dapat Santunan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau pengungsian di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (2/1/2019). (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan memberikan santunan yang sama bagi wisatawan korban tsunami di Selat Sunda. Sebagai korban, wisatawan mendapat perlakuan yang sama seperti warga yang terdampak bencana.

“Ya wisatawan asal ada datanya, validasinya benar, nanti Kemensos akan memberikan perlakuan yang sama,” kata Jokowi saat meninjau langsung pengungsian yang dihuni mayoritas warga Pulau Sebesi yang terletak di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (2/1/2019).

Karena itu, Presiden meminta jajarannya, khususnya Menteri Sosial untuk menindaklanjuti hal tersebut. Hal itu sempat menimbulkan pertanyaan lantaran banyak juga wisatawan dan pendatang yang menjadi korban tsunami Selat Sunda, baik di Lampung maupun Banten.

BACA JUGA:

Pengungsi Korban Tsunami di Lampung Menangis saat Dikunjungi Jokowi

Presiden Jokowi Tiba di Lampung, Tinjau Penanganan Korban Tsunami

Sebelumnya, Kementerian Sosial memverifikasi dan memvalidasi data korban meninggal dunia dalam peristiwa tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018. Verifikasi data itu untuk pengusulan santunan bagi ahli waris.

Pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp15 juta bagi setiap korban meninggal dan juga akan membantu merenovasi rumah warga yang rusak.

Verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk mendapatkan santunan itu harus disertai sejumlah bukti administrasi kependudukan, kartu keluarga, surat keterangan kematian, serta keterangan saksi.

Persyaratan tersebut bisa menjadi kendala tersendiri bagi wisatawan atau pendatang yang kebetulan berada di wilayah yang diterjang gelombang tsunami dan menjadi korban saat bencana terjadi.


Editor : Maria Christina