Makam Briptu Fauzi yang Ditembak Mati pada 2011 di Lampung Dibongkar untuk Autopsi

Roy M Perleoli ยท Senin, 21 Oktober 2019 - 15:11 WIB
Makam Briptu Fauzi yang Ditembak Mati pada 2011 di Lampung Dibongkar untuk Autopsi

Tim Dokkes Polda Lampung dibantu warga membongkar makam Briptu Fauzi untuk selanjutnya mengautopsi korban pembunuhan pada 2011 silam itu di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Minggu (20/10/2019). (Foto: iNews/Roy M Perleoli)

LAMPUNG TENGAH, iNews.id – Polisi membongkar makam Briptu Fauzi Yirizal yang ditembak mati pada Juli 2011 silam di Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Polisi selanjutnya melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban pembunuhan itu.

Dari pantauan iNews, jajaran anggota Sat Reskrim Polres Lampung Tengah membongkar makam dibantu warga dan disaksikan keluarga Briptu Fauzi, Jumat (18/10/2019). Tim Dokkes Polda Lampung kemudian melakukan autopsi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

“Kami melaksanakan autopsi terhadap jenazah almarhum Briptu Fauzi yang jadi korban pembunuhan 2011 silam. Autopsi ini untuk menemukan penyebab kematiannya bagaimana dan kedua sebagai syarat untuk penerapan pasal pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Yuda Wira Negara, Senin (21/10/2019).

 

BACA JUGA:

2 Pria di Musi Banyuasin Duel Maut Gara-gara Bercanda, 1 Tewas dan Seorang Lagi Kritis

2 Pria Paruh Baya di Situbondo Duel Pakai Arit Gegara Persoalan Sepele, 1 Tewas

 

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua pelaku penembakan Briptu Fauzi Yirizal di Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/9/2019), setelah delapan tahun menjadi buron. Hingga kini, Polres Lampung masih menangani kasus pembunuhan tersebut.

“Sejauh ini kami belum menemukan kendala. Semoga saja perkara ini bisa berjalan lancar,” kata Yuda Wira Negara.

Sementara keluarga korban meminta agar para pelaku dapat dihukum dengan setimpal sesuai dengar perbuatannya. Selama ini, keluarga sudah lama menantikan pelaku dihukum karena telah menghilangkan nyawa Briptu Fauzi.

“Saya minta pelaku dihukum seadil-adilnya, seberat-beratnya. Mana sakit saya, itu sakit dia. Saya mohon dan minta tolong kepada polisi. Nyawa harus dibayar nyawa. Saya selama ini sudah mengadu ke kapolres, kapolda, bahkan mengirim surat ke Presiden supaya kasus pembunuhan anak saya ditangkap,” kata ibu kandung korban, Murniati.

Tim Dokkes Polda Lampung mengautopsi jenazah Briptu Fauzi yang ditembak mati pada 2011 silam di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Minggu (20/10/2019). (Foto: iNews/Roy M Perleoli)

Diketahui, penembakan Briptu Fauzi Yirizal terjadi pada Selasa (19/7/2011) di Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Korban ditembak mati oleh Arwan Liyansyah alias Selamet Riyadi alias Yadi Semar Bin Arjono dibantu adiknya Zeldi Wahyuhaq alias Sugeng Laksono alias Roby Bin Arjono.

Penembakan tersebut berawal dari pertemuan korban dan kedua pelaku di Taman Tugu Kopiah Mas, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Mereka membicarakan soal hubungan calon istri korban, yang disebut-sebut pernah menikah siri dengan salah satu pelaku, Arwan Liyansyah.

Saat bertemu, korban terlibat perkelahian dengan Arwan Liyansyah. Arwan dibantu adiknya Zeldi lalu merebut senjata api milik Briptu Fauzi. Arwan kemudian menembakkannya ke perut korban hingga tiga kali. Kedua pelaku lalu melarikan diri.

Sementara korban yang dalam kondisi kritis dilarikan warga ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dirujuk ke RS Abdul Muluk. Korban selanjutnya dibawa ke RS Medika Natar. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.


Editor : Maria Christina