Mayat Memegang Keris di Lampung, Korban Dirampok dan Dibunuh 2 Pria untuk Beli Narkoba

Heri Fulistiawan ยท Rabu, 27 November 2019 - 13:11 WIB
Mayat Memegang Keris di Lampung, Korban Dirampok dan Dibunuh 2 Pria untuk Beli Narkoba

Dua pelaku pembunuhan Zubaidi, yang mayatnya ditemukan terapung dan memegang keris, dihadirkan saat pemaparan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (27/11/2019). (Foto: iNew/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Kasus penemuan mayat pria terapung memegang senajat tajam jenis keris di bendungan dekat Asrama SMA Kebangsaan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Oktober lalu mulai terungkap. Polisi telah menangkap dua pria yang diduga merampok dan membunuh korban bernama Zubaidi alias Man (30).

Kedua tersangka yang ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lampung Selatan bernama Usman (35) dan Henrizal (37). Keduanya warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Sementara korban yang merupakan petani, diketahui warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan.

Adapun motif kedua pelaku tega menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai harta bendanya. Pelaku selanjutnya membeli narkoba dari hasil perampokan itu.

“Jadi motif pembunuhan ini motif perekonomian, di mana ada di antara pelaku yang kami temukan menggunakan narkotika,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan, Rabu (27/11/2019).

 

BACA JUGA:

Mayat Memegang Senjata Tajam Ditemukan Mengambang di Lampung Selatan

Penemuan Mayat Perempuan Telanjang di Bojonegoro, Polisi Periksa 6 Saksi

 

Kapolres Lampung mengatakan, sebelum penangkapan kedua pelaku, petugas Sat Reskrim Polres Lampung telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kasus dugaan pembunuhan tersebut. Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan tersangka melakukan aksi pembunuhan terhadap korban.


“Kami sedang melakukan pendalaman kasus ini, pembuktian nanti di persidangan. Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara,” kata M Syarhan.

Warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, sebelumnya dikejutkan dengan penemuan mayat terapung di bendungan dekat asrama SMA Kebangsaan, Lampung Selatan, Kamis, 10 Oktober lalu. Kondisi mayat yang memakai celana jeans itu sudah membusuk dengan. Yang membuat warga semakin heboh, tangan mayat dalam keadaan memegang senjata tajam jenis keris.


Editor : Maria Christina