Merasa Diancam, Ketua DPRD Polisikan Wakil Wali Kota Bandar Lampung

Andres Afandi ยท Senin, 03 September 2018 - 21:23 WIB
Merasa Diancam, Ketua DPRD Polisikan Wakil Wali Kota Bandar Lampung

Yelli Basuki, Kuasa Hukum Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi melaporkan Wakil Wali Kota Bandar Lampung M Yusuf Kohar ke Polda Lampung, Senin (3/9/2018). (Foto: iNews/Andres Afandi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi melaporkan Wakil Wali Kota Bandar Lampung M Yusuf Kohar ke Polda Lampung, Senin (3/9/2018). Dalam laporan itu disebutkan, Yusuf Kohar melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan mengancam Wiyadi.

Kuasa hukum Wiyadi, Yelli Basuki, memaparkan, peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 1 September 2018, di sebuah kafe di hotel kawasan Jalan Radin Intan Bandar Lampung. Dalam pertemuan itu, keduanya bersitegang soal pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD terkait kebijakan Yusuf Kohar yang melakukan mutasi pejabat saat menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) wali kota Bandar Lampung. Ketika itu, Wali Kota Definitif Herman HN cuti karena terdaftar sebagai kandidat calon gubernur pada Pilkada Lampung.

DPRD Kota Bandar Lampung menilai tindakan Yusuf Kohar telah menyalahi aturan dan pelanggaran administrasi. Pasalnya, dia melakukan mutasi dan penunjukan langsung sebanyak 59 pejabat eselon II dan IV di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Namun, Yusuf Kohar meminta DPRD tidak membentuk pansus tersebut. Dia disebut mengancam DPRD jika meneruskan pembentukan pansus.

“Kami melaporkan YK sehubungan dengan pertama, perbuatan tidak menyenangkan. Yang kedua, ancaman terhadap pejabat. Ancamannya, tidak boleh meneruskan pansus. Kita berantem aja kalau pansus ini diteruskan, gitu kata dia,” kata Yelli Basuki di Mapolda Lampung, Senin (3/9/2018).

Yelli mengatakan, meskipun tidak terjadi kontak fisik antara Yusuf Kohar dengan Wiyadi, perkataan Yusuf Kohar dinilai merupakan bentuk ancaman dan menimbulkan tekanan psikologis. Karena itu, dia mewakili Wiyadi melaporkan Yusuf Kohar ke Polda Lampung.

“Namanya ancaman itu, bisa berbentuk fisik maupun psikis. Dengan adanya perkataan mau ngajak berantam, itu sudah ancaman psikis. Kami baru melaporkan dan menyiapkan bukti-bukti serta saksi-saksi saat kejadian itu,” kata Yelli.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar masih enggan memberikan keterangan kepada wartawan.


Editor : Maria Christina