Pemerkosaan di Lampung Selatan, Pelaku Sudah Dianggap Saudara

Andres Afandi ยท Jumat, 19 Juli 2019 - 13:41 WIB
Pemerkosaan di Lampung Selatan, Pelaku Sudah Dianggap Saudara

Korban pemerkosaan di Lampung Selatan menjelaskan kronologi kejadian malang yang menimpa dirinya. (Foto: iNews/Andres Afandi).

LAMPUNG SELATAN, iNews.id - Remaja putri yang menjadi korban pemerkosaan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami trauma berat. Aksi bejat tersebut ternyata dilakukan oleh tetangga yang sudah dianggap saudara.

Korban, ES (15) mengatakan, aksi cabul tersebut dilakukan kakak beradik, ED dan AG. Kasus berawal pada tiga bulan lalu, saat dia sedang tidur di dalam rumahnya, tiba-tiba pelaku ED menyelinap masuk ke dalam lewat pintu belakang.

"Dia masuk ke rumah. Padahal pintu depan dikunci, tapi dia lewat belakang," kata ES kepada pihak LBH Sai Hati di rumah korban Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Jumat (19/7/2019).

Saat itu kondisi rumah sedang kosong. Korban pun tak tahu kedatangan pelaku. ES terbangun karena tubuhnya merasa berat. Saat membuka mata, dia terkejut karena pelaku ED sudah menindih tubuhnya dan memegang kuat tangannya.

BACA JUGA: Kasus Pemerkosaan Remaja di Lamsel Jalan di Tempat, 2 Pelaku Bebas Berkeliaran

Usai melampiaskan hasratnya, korban pun diancam pelaku agar tidak menceritakan peristiwa ini ke orang-orang. Korban yang takut dengan ancaman pelaku hanya bisa pasrah atas kejadian tersebut. Dia pun tak berani buka suara ke orang tuanya.

Namun tragedi pemerkosaan kembali terulang. Kali ini pelaku AG yang membonceng korban menggunakan motor, membawa ES ke sebuah rumah kosong. Pelaku AG menyetubuhi korban sebanyak dua kali di tempat tersebut.

"Pelakunya dua orang, kakak beradik yang merupakan tetangga, dan sudah dianggap saudara oleh keluarga korban," kata Perwakilan LBH Sai Hati, Akhmad Hendra.

Kini remaja perempuan sudah putus sekolah. Dia mengaku masih trauma atas kejadian yang telah dialaminya. Pihak keluarga sudah melapor ke Polsek Natar pada April 2019, namun belum mendapat perkembangan atas hasil penyelidikan.

Meski sudah dilaporkan sejak tiga bulan silam, namun para pelaku masih bebas berkeliaran. Menurut Akhmad, mereka justru menantang keluarga korban jika ingin melaporkan ke polisi, seolah-olah tak takut berhadapan dengan hukum.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal