Penyidikan Kasus Pencabulan Mandeg, Pelapor Mengadu ke Dinas Perlindungan Anak Pringsewu

Indra Siregar ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 18:47 WIB
Penyidikan Kasus Pencabulan Mandeg, Pelapor Mengadu ke Dinas Perlindungan Anak Pringsewu

Tahmidi mengadu ke Dinas Perlindungan Anak Pringsewu karena pengaduannya ke Polres Tanggamus belum ada titik terang. (Foto: iNews.id/Indra Siregar).

PRINGSEWU, iNews.id – Seorang ayah tega mencabuli anak kandungnya ketika istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Meski sudah dilaporkan ke polisi sejak Rabu (14/8/2019), kasusnya belum juga ada perkembangan dan pelaku belum ditahan.

Tahmidi, paman korban pencabulan mendatangi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dia datang memberikan informasi terkait pelaporanya atas dugaan pencabulan ayah berinisial D kepada anaknya, I (8) yang kini masih di proses di Polres Tanggamus.

“Saya meminta dinas untuk melakukan cross check karena laporannya ke polisi belum ada titik terang,” katanya.

Saat mendatangi Dinas P3AP2KB, Tahmidi juga membawa beberapa berkas pendukung di antaranya bukti rekaman pengakuan korban serta kondisi korban yang masih mengeluarkan darah. Selain itu dia juga membawa bukti hasil visum Rumah Sakit Wisma Rini, Pringsewu serta bukti pelaporan di Polres Tanggamus.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Cabul terhadap Bocah 10 Tahun di Gunung Putri

Kejadian bermula saat nenek yang akan memandikan korban, menemukan bercak darah di celana. Selama ini korban memang tinggal berasama ayah dan neneknya di Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, sementara ibunya merantau ke luar negeri.

Ibu korban kini berada di Indonesia dan tinggal di rumah Tahmidi usai diberitahu kejadian pencabulan tersebut. Tahmidi mengatakan, dari pengakuan korban, pencabulan sudah dilakukan sejak korban duduk di Sekolah Taman Kanak-Kanak.

“Saya berharap kasus ini segera ada titik terang,” katanya.

BACA JUGA: Aksi Bejat Dukun Cabul di Lombok Timur NTB, Gadis 16 Tahun Jadi Korban

Sementara Kabid Perlindungan Anak Kabupaten Pringsewu, Suktari Margayani mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Unit Reskrim Bidang Perlindungan Anak Polres Tangamus.

“Bila perlu, jika polisi tidak ada tanggapan lebih lanjut, kita akan minta bantuan ke instansi yang lebih tinggi,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah